Harta Peninggalan Sulli Bernilai Puluhan Miliar, Kakak Tolak Terima Warisan

Rizki Adis Abeba Selasa, 21 Januari 2020 02:00:23
Sulli dan kakaknya, Choi Dae Hee. (Smtownjjang)

TABLOIDBINTANG.COM - Masalah pembagian harta warisan seringkali memantik perselisihan antara anggota keluarga. Tak terkecuali pada keluarga mantan personel f(x), Sulli. Setelah Sulli meninggal dunia pada 14 Oktober tahun lalu, kini kakak kandung Sulli, Choi Dae Hee, mengungkap perselisihan dengan sang ayah mengenai harta peninggalan Sulli.

Dalam pesan yang ditulisnya di Instagram, Choi Dae Hee membeberkan bahwa sang ayah mulai mendekatinya untuk membicarakan soal pembagian harta warisan peninggalan Sulli setelah sang adik meninggal dunia secara tragis pada 14 Oktober lalu. Di mata Choi Dae Hee, tidak semestinya sang ayah mengurusi harta warisan dari putrinya yang belum lama meninggal dunia dengan cara tragis.

Sulli (Allkpop)
Sulli (Allkpop)

Dilansir oleh media Tiongkok, Sina, Sulli meninggalkan harta warisan yang nilainya ditaksir mencapai lebih dari lima miliar won atau 60 miliar rupiah.

Menurut hukum di Korea, karena Sulli belum menikah maka kedua orang tua beserta kedua kakak dan adiknya berhak menerima harta warisan yang ia tinggalkan. Namun, Choi Dae Hee dengan tegas menolak hal tersebut.

“Saya memutuskan untuk tidak menghabiskan uang miliknya setelah kematian (Sulli),” ungkap Choi Dae Hee.

Choi Dae Hee sendiri memiliki hubungan kedekatan yang sangat erat dengan Sulli. Di salah satu acara variety show yang dibintangi Sulli, ia pernah mengungkapkan bahwa ia tinggal bersama sang kakak, Choi Dae Hee, yang mau bersusah payah belajar memasak agar ia bisa merawat Sulli dengan lebih baik.

(riz)

 

Penulis Rizki Adis Abeba
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.