Fans X1 Gelar Aksi Protes di Depan Kantor CJ ENM, Ini 3 Tuntutan yang Diajukan

Rizki Adis Abeba Rabu, 22 Januari 2020 21:30:23
Keputusan agensi untuk membubarkan grup X1 rupanya menuai protes dari penggemar. (Viki)

TABLOIDBINTANG.COM - Keputusan agensi untuk membubarkan grup X1 rupanya menuai protes dari penggemar. Pada Rabu (22/1) halaman gedung kantor CJ ENM yang terletak di kawasan Sangnam, Seoul, didatangi tidak kurang dari seribu orang penggemar X1 yang menggelar aksi protes.

Dalam aksi protes yang digelar pada pukul 11 hingga 2 siang waktu korsel, para penggemar mengajukan tiga tuntutan kepada CJ ENM yang dinilai menjadi pihak yang bertanggung jawab atas grup X1. Apa saja tuntutannya?

Tuntutan pertama penggemar meminta CJ ENM bertanggung jawab atas kerugian yang diterima oleh X1 dan para penggemar X1.

Penggemar X1 gelar demonstrasi. (Soompi)
Penggemar X1 gelar demonstrasi. (Soompi)

Kedua, penggemar mendesak agar CJ ENM segera mengumumkan keputusan untuk membentuk grup baru yang berisikan anggota X1 setidaknya mulai 31 Januari.

Terakhir, penggemar menuntut CJ ENM untuk melakukan pertemuan kembali dengan mengumpulkan kepala-kepala agensi para personel X1 untuk membahas pembentukan grup baru. Pertemuan tersebut setidaknya harus dilakukan pada 7 Februari mendatang.

Perwakilan pengunjuk rasa mengungkapkan, “Aksi protes ini kami lakukan karena dalam proses pembubaran grup X1 agensi tidak melibatkan suara penggemar dan para personel X1 sendiri, melainkan hanya melalui pertemuan yang hanya dihadiri oleh para petinggi agensi.”

Aksi protes yang dilakukan penggemar X1 di Korea tersebut pun didukung oleh penggemar X1 di mancanegara. Mereka mempopulerkan tagar #BringBackNewX1 dan #CJRajeTheResponsibility di Twitter.

(riz)

 

Penulis Rizki Adis Abeba
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.