Bantah Overdosis, Begini Kondisi Demi Lovato Usai Masuk Rumah Sakit

Andira Putri Rabu, 25 Juli 2018 10:00:43
Demi Lovato sempat disebut-sebut mengalami overdosis. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Perwakilan Demi Lovato angkat bicara tentang kondisi sang penyanyi usai masuk rumah sakit pada Selasa (24/7) waktu setempat.

Demi Lovato sudah bangun setelah ditemukan tak sadarkan diri di rumahnya, daerah Hollywood Hills, Amerika Serikat. Lewat perwakilannya, keluarga Demi Lovato mengucapkan terima kasih atas dukungan publik.

“Demi telah sadar dan berada bersama keluarganya. Mereka mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang memberikan cinta, doa, dan dukungan,” tutur perwakilan Demi Lovato kepada Variety.

Perwakilan Demi Lovato juga membantah dugaan overdosis. Demi Lovato diduga overdosis karena pihak berwajib menyebut ia dirawat dengan Narcan alias pertolongan gawat darurat untuk overdosis narkoba.

Demi Lovato sempat disebut-sebut mengalami overdosis. (Seno/tabloidbintang.com)
Demi Lovato sempat disebut-sebut mengalami overdosis. (Seno/tabloidbintang.com)

“Beberapa informasi yang dilaporkan tidak benar. Keluarga meminta privasi dan tidak berspekulasi karena kesehatan serta kesembuhannya (Demi Lovato) adalah hal terpenting saat ini,” lanjut perwakilan Demi Lovato.

Demi Lovato telah berjuang melawan ketergantungan alkohol sekaligus narkoba sejak tahun 2010. Selain itu, Demi Lovato juga menderita gangguan bipolar, kecenderungan menyakiti diri sendiri, dan bulimia.

Setelah mengaku enam tahun hidup bersih, Demi Lovato merilis single Sober pada Juni kemarin. Single ini menceritakan bahwa Demi Lovato sebenarnya masih terus berjuang melawan ketergantungan alkohol.

(dira/ari)


Penulis Andira Putri
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.