Casey Affleck Akhirnya Buka Suara Tentang Kasus Pelecehan yang Dituduhkan Padanya

Yuriantin Jumat, 10 Agustus 2018 13:00:00
Casey Affleck Akhirnya Buka Suara Tentang Kasus Pelecehan yang Dituduhkan Padanya (Ist)

TABLOIDBINTANG.COM - Tahun 2010 lalu, Casey Affleck dilaporkan melakukan pelecehan seksual kala menyutradarai film I'm Still Here. Dua tuntutan pengadilan ditujukan padanya dan akhirnya diselesaikan di luar jalur hukum. Casey Affleck juga tak mengaku bersalah atas kedua kasus ini.  

Selang delapan tahun kemudian, peraih Oscar kategori aktor terbaik tahun 2017 lalu ini buka suara. Menurutnya, lingkungan di lokasi syuting kala itu tidak profesional.

"Saya berkontribusi untuk lingkungan yang tidak profesional itu, dan saya menoleransi perilaku seperti itu dari orang lain, dan saya kini berharap seharusnya saya tidak menoleransinya. Dan saya sungguh menyesalinya," ucapnya.

Casey Affleck (Depositphotos)
Casey Affleck (Depositphotos)

Sebagai salah seorang produser film itu, Casey Aflleck mengungkapkan kurang paham dengan tanggung jawabnya sebagai seorang bos. "Saya bahkan tidak tahu apakah saya merasa diri saya seorang bos. Tapi tingkah laku saya dan saya memberi izin orang lain bertingkah laku yang tidak profesional. Dan saya sungguh menyesal," sambungnya.

Adik Ben Affleck ini juga merasa malu dengan kasus pelecehan seksual yang dituduhkan padanya.

"Saya tidak tahu bagaimana saya menanganinya, dan saya tidak setuju dengan segalanya, cara mereka mendeskripsikan saya, dan hal-hal yang diucapkan tentang saya, tapi saya ingin berusaha membuat semuanya kembali benar, jadi kami menyelesaikannya dengan cara yang diminta kala itu," pungkasnya.

(yuri / wida)

Penulis Yuriantin
Editor Wida Kriswanti
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.