Simon Cowell Diduga Melakukan Suntik Botox Secara Berlebihan

Hari Murtono Selasa, 3 September 2019 11:00:25
Simon Cowell kembali jadi sorotan karena perubahan fisiknya yang drastis. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Simon Cowell kembali jadi sorotan karena perubahan fisiknya yang drastis. Setelah dikabarkan mengalami penurunan berat badan sebesar 20 pon atau setara 9 kilo dengan pola diet vegan yang diterapkan, Cowell kembali muncul dengan penampilan berbeda.

Simon yang tampil di acara masak ternama di Malibu pada Minggu (1/9) lalu, dianggap telah melakukan operasi plastik pada wajahnya. Menurut aeornag dokter bedah ternama,Simon melakukan filler di sekitar pipinya.

Sebelumnya, saat tampil di acara karpet merah America's Got Talent, Simon mengatakan perubahan wajahnya merupakan bentuk dari penurunan berat badannya, namun sekali lagi para ahli mengabaikan pembelaan Simon. Menurut mereka, diet tak ada hubungannya dengan perubahan wajah Simon. Simon telah bedah plastik dan kemudian juga melakukan suntik botox secara salah.

Ahli bedah Plastik Holistik Amerika, Dr. Anthony Youn yang belum pernah merawat Cowell, mengatakan kepada Radar, “Saya pikir dia punya beberapa Botox yang buruk. Jika Botox disuntikkan terlalu jauh di sisi dahi, itu dapat menyebabkan dahi dan alis terkulai," ulas You.

Hal senada dikatakan ahli Aesthetic Injector Kristina Kitsos, RN, MBA. “Simon Cowell telah memiliki terlalu banyak Botox di dahi lateral, menyebabkan sisi alisnya terkulai ke bawah seperti itu. Saya sangat menyarankan klien saya untuk melakukan sedikit dan menambahkannya jika perlu, karena itu mereka terlihat tenang dan alami. Ini jelas merupakan kasus di mana mereka melakukannya sedikit lebih banyak," pungkas Kitsos.

(hari/ari)

Penulis Hari Murtono
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.