Renggang, Harry dan William Berusaha Perbaiki Hubungannya

Binsar Hutapea Kamis, 6 Pebruari 2020 14:00:23
Pangeran William dan Pangeran Harry dalam beberapa waktu terakhir mulai rajin berkomunikasi. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Mundurnya Pangeran Harry dan Meghan Markle sebagai anggota senior Kerajaan Inggris disebut sebagai puncak dari konflik dengan Pangeran William dan Kate Middleton.

Konflik disebut muncul sejak Pangeran Harry memutuskan bertunangan dengan Meghan Markle. Rencana pertunangan itu ditentang Pangeran William karena merasa adiknya itu memutuskan terlalu cepat bertunangan dengan aktris asal Amerika Serikat tersebut. 

Keluarga Kerajaan Inggris. (Instagram)
Keluarga Kerajaan Inggris. (Instagram)

Buntut dari konflik itu, setelah menikah Pangeran Harry dan Meghan Markle memisahkan diri dari rumah tangga Pangeran William dan Kate Middleton. Keduanya memilih lingkungan yang lebih terpencil di Inggris. Setelah dianugerahi Archie Harrison pada Mei 2019, keduanya makin mengucilkan diri dari keluarga Kerajaan Inggris. Puncaknya, Duke dan Duchess of Sussex memutuskan mundur pada awal Januari lalu.

Menurut sumber yang dekat dengan keluarga Kerajaan, hubungan Pangeran Harry dengan Pangeran William tak akur saat memutuskan mundur. 

"Mereka tidak meninggalkan hubungan yang baik dalam hal apa pun, tetapi mereka berdua lega bahwa semuanya sudah berakhir," kata sumber tersebut seperti dilansir People.com

Meski begitu, kata seorang sumber lain yang juga dekat dengan keluarga Kerajaan Inggirs, dalam beberapa waktu terakhir keduanya mulai rajin berkomunikasi.

Harapannya, hal itu bisa berujung pada pulihnya hubungan Pangeran William dan Pangeran Harry yang sempat merenggang.

 

 

Penulis Binsar Hutapea
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.