Meghan Markle ke Pangeran Harry: Cari Pekerjaan, Kita Butuh Uang!

Binsar Hutapea Kamis, 26 Maret 2020 13:00:23
Terhitung 1 April mendatang, Pangeran Harry dan Meghan Markle tak lagi menjadi anggota Kerajaan Inggris. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Terhitung 1 April mendatang, Pangeran Harry dan Meghan Markle tak lagi menjadi anggota Kerajaan Inggris. Konsekuensinya, mereka harus membiayai sendiri rumah tangganya. Menurut National Enquirer, hal ini pun membuat Pangeran Harry dan Meghan Markle terancam krisis keuangan. 

Agar hal itu tak terjadi, Meghan Markle memerintahkan suaminya bekerja agar keluarga muda tersebut terhindarkan dari krisis keuangan. 

“Meghan takut impiannya menjadi Ratu Hollywood musnah akibat krisis keuangan yang menghantui, dan dia pun meminta Harry untuk mencari solusi atas masalah ini. Dia memintanya mencari pekerjaan atau yang lainnya,” kata seorang sumber kerajaan kepada National Enquirer.

Pangeran Harry dan Meghan Markle. (Depositphotos)
Pangeran Harry dan Meghan Markle. (Depositphotos)

Lebih lanjut, sang sumber mengkhawatirkan kondisi Pangeran Harry yang tak punya kemampuan bekerja. Terlebih, selama bergabung dengan Kerajaan Inggris Pangeran Harry tak punya pekerjaan formal

“Harry telah melepaskan kehidupan kerajaan untuk istri Amerikanya yang pemberontak, tapi pengorbanan itu bisa saja jadi berantakan,” lanjut sang sumber.

Tambah sang sumber, Pangeran Harry sendiri berharap bakal menghasilkan uang dari kontrak buku dan menjadi pembicara. . 

“Namun jika Harry tak juga mendapat pekerjaan, maka dia harus membayar mahal karena lari dari tanggung jawab garis keturunannya. Mungkin dia bisa bekerja di TV dan melaporkan kondisi lalu lintas di LA?" pungkas sang sumber. 

Penulis Binsar Hutapea
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.