Meghan Markle Berambisi Jadi Presiden Amerika Serikat

Binsar Hutapea Senin, 22 Juni 2020 12:00:23
Kepindahan Meghan Markle ke Amerika Serikat ternyata dilandasi motif politik. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Kepindahan Meghan Markle ke Amerika Serikat ternyata dilandasi motif politik. Istri Pangeran Harry ini rupanya kelak ingin menjadi presiden di negara adidaya itu. Hal itu diungkap pengarang sekaligus sosialita Inggris Lady Colin Campbell kepada laman Daily Mail.

“Saya tahu Duchess of Sussex punya ambisi dalam bidang politik dan  saya pun diberi tahu kalau dia ingin mengikuti pemilihan Presiden Amerika Serikat suatu saat nanti,” terang Lady Campbell kepada Daily Mail.

“Saya pikir semua yang dia lakukan, meninggalkan anggota Kerajaan Inggris dan pindah ke California, adalah bagian dari rencana Meghan (untuk menjadi presiden) dan tentu saja ia menyertakan Pangeran Harry dalam rencananya itu," terang Lady Colin Campbell yang baru saja merilis buku bertajuk Meghan and Harry: The Real Story.

Meghan Markle (Depoistphotos)
Meghan Markle (Depoistphotos)

Meghan Markle dan Pangeran Harry memutuskan mundur dari Kerajaan Inggris pada Januari 2020 lalu. Keputusan iti dibuat karena keduanya ingin mandiri secara finansial. Ini berarti mereka harus memunuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri, tak lagi disokong oleh Kerajaan Inggris. Setelah mundur, Meghan Markle, Pangeran Harry serta Archie pindah ke Vancouver, Kanada. Tak lama kemudian, mereka pindah ke Los Angeles, California. 

Disebutkan keduanya berencana meluncurkan kariernya di kota tersebut. Meghan Markle akan kembali Hollywood sedangkan Pangeran Harry akan membuka lembaga amal serta menjadi pembicara untuk sejumlah acara. Namun rencana itu tak bisa dilakukan karena pandemi virus Corona. 

 

Penulis Binsar Hutapea
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.