Pangeran Harry dan Meghan Markle Diminta Ungkap Aib Kerajaan Inggris

Binsar Hutapea Jumat, 26 Juni 2020 12:00:23
Pangeran Harry dan Meghan Markle dikabarkan bergabung dengan agensi Harry Walker yang berbasis di New York. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Pangeran Harry dan Meghan Markle dikabarkan bergabung dengan agensi Harry Walker yang berbasis di New York. Adapun agensi tersebut merupakan agensi yang menaungi sejumlah figur terkenal. Mantan Presiden Barack Obama, Hillary Clinton, dan juga Oprah Winfrey disebut sebagai tokoh terkenal yang bergabung dengan agensi tersebut. 

Berbicara kepada The Mirror, Pemimpin Redaksi Majesty Ingrid Seward mengatakan bahwa mungkin saja di kemudian hari Pangeran Harry dan Meghan Markle berbicara tentang keburukan di Istana Inggris sebagai bagian dari kontraknya dengan agensi Harry Walker. 

Pangeran Harry dan Meghan Markle. (Depositphotos)
Pangeran Harry dan Meghan Markle. (Depositphotos)

“Tak ada seorang pun yang mau membayar mereka untuk berbicara tentang kesetaraan gender atau lingkungan," kata Inggrid mengacu kepada jenis aktivisme yang dolakukan pasangan yang menikah pada Mei 2018 ini.

"Harry dan Meghan harus menaikkan taruhannya, dan itu berarti mereka harus menyampaikan cerita tentang keluarga Kerajaan Inggris," sambung Inggrid. 

Rumor menyebutkan pembicara yang bergabung dengan agensi Harry Walker mendapatkan bayaran mahal sekali menjadi pembicara. Mantan Presiden Barack Obama dilaporkan menerima honor sekitar 400 ribu dolar atau 5,7 miliar ketika menjadi pembicara sebuah acara pada 2017 lalu. Sementara Mantan Presiden Bill Clinton dan istrinya, Hillary Clinton mendapat bayaran 250 dolar AS atau 3,5 miliar rupiah per penampilan di 2014 lalu.

 

Penulis Binsar Hutapea
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.