Foto Telanjang Pakai Liontin Ganesha, Rihanna Dikecam Pemerintah India

Vallesca Souisa Jumat, 19 Pebruari 2021 14:00:23
Pose Rihanna dianggap tidak pantas dan menyinggung agama Hindu. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Beberapa hari lalu, Rihanna mengunggah foto setengah telanjang, tanpa bra di akun Instagramnya, mempromosikan lini pakaian dalamnya Savage X Fenty. Unggahan ini langsung mendapai 9 juta tanda hati. Tapi foto ini juga dikecam oleh warga India, khususnya dari komunitas Hindu. Mengatakan, pose Rihanna tidak pantas dan menyinggung agama Hindu.

Pasalnya, dalam foto setengah telanjang ini, Rihanna menggunakan kalung berliontin Ganesha, dewa yang dihormati umat Hindu. Jelas-jelas liontin ini menggelantung hingga ke perut Rihanna yang telanjang. “Kenapa perusahaan mode-nya Rihanna melakukan pemotretan menggunakan liontin Ganesha sebagai aksesori, dalam keadaan yang tak pantas?” tulis seorang netizen India di Twitter, dan banyak protes lainnya.

Ganesha, dewa dengan wujud tubuh manusia dan kepala gajah ini dipercaya umat Hindu sebagai dewa penolak bala atau bencana, juga dewa kebijaksanaan. “Mengerikan melihat bagaimana @Rihanna dengan memalukan mengolok-ngolok dewa Hindu tercinta #Ganesha,” cuit Ram Kadan, anggota parlemen negara bagian dari partai berkuasa Bharatiya Janata yang dipimpin Perdama Menteri Narendra Modi.

Dewan Hindu Dunia telah mengajukan laporan ke polisi terhadap Facebook dan Twitter karena memuat foto tersebut dan mendesak agar menjatuhkan hukuman terhadap akun Rihanna.

Kemunculan foto ini terjadi beberapa pekan setelah Rihanna menyampaikan dukungan atas demonstrasi petani di India, membuat geram pemerintah. Kementerian Luar Negeri India menyebut Rihanna sebagai artis pencari sensasi

 

Penulis Vallesca Souisa
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.