Bono U2 Ternyata Juga Pernah Jadi Korban Bully

Hari Murtono Jumat, 23 Agustus 2019 09:30:16
Bono U2. (Ist)

TABLOIDBINTANG.COM - Legenda musik dunia, Bono U2, dikenal sebagai pembela hak asasi manusia. Status sebagai musisi terkaya di dunia juga dimanfaatkannya untuk menyuarakan kebaikan. Tapi siapa sangka Bono pernah menjadi sasaran para perundung karena mendukung tim sepak bola yang salah, ketika dia masih kecil.

Kisah soal vokalis U2 dipilih oleh pengganggu saat remaja diungkap sahabat masa kecilnya, Guggi. Artis Irlandia bernama asli Derek Rowan, tumbuh besar di wilayah Cedarwood bersama Bono.

"Saya dan Bono, kami tidak seperti anak-anak lain di jalan dan kami tahu kami Tidak seperti itu," ungkap Guggi. “Aku dipandang sebagai orang aneh. Kami tidak tahu harus berkata apa ketika mereka ingin kami memberi nama pemain sepakbola favorit kami karena kami tidak tahu nama.Orang bisa dipukuli karena mendukung tim yang salah atau tidak mendukung siapa pun," kenang Guggi.

Sebagai anak-anak, mereka begitu mencintai musik punk rock.Ayah Guggi adalah anggota gereja yang mendorong putranya dan Bono untuk mengeksplorasi agama.“Bono sampai pada imannya melalui ayah saya. Dan saya menjadi percaya melalui ayah saya,” kata Guggi kepada Religion News Service.

Selama rekaman album Joshua Tree di U2 pada tahun 1985, Bono memanggil Guggi dan Gavin ke pub lokal mereka, yang dikenal sebagai The Gravediggers, untuk meminta bantuan Dalam sisi seni. "Bono selalu suka melukis, dan kami melukis bersama sebagai anak-anak, sebagai remaja," kata Guggi.

Bono menyisihkan kamar di rumah bangsawan besar di mana band itu merekam album terkenal dan meminta Guggi untuk mengisinya dengan perlengkapan seni yang ia buat.

(hari/ari)

Penulis Hari Murtono
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.