Hilda Vitria Khan Akui Terpaksa Menikah dengan Kriss Hata

Supriyanto Senin, 7 Mei 2018 22:30:47
Billy Syahputra - Hilda Vitria Khan (Markuat / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Kriss Hatta dan Hilda Vitria Khan masih mempermasalahkan soal pernikahan yang digelar di rumah penghulu, kawasan Jatiasih, Bekasi pada 26 September 2015 silam.

Saat ditanya langsung lewat telepon oleh Uya Kuya, Kriss Hatta mengatakan pernikahannya sah.

Namun, saat ditanyakan ke Hilda Vitria Khan apakah ada pernikahan dengan Kriss Hatta, kekasih Billy Syahputra itu menjawab panjang lebar.

Kriss Hatta - Hilda (Supriyanto / tabloidbintang.com)
Kriss Hatta - Hilda (Supriyanto / tabloidbintang.com)

"Yang namanya orang nikah itu kan harus ada wali, tanpa terpaksa, terus harus ada saudara kandung juga, tapi di sana semuanya itu teman dia (Kriss), aku enggak kenal," ujar Hilda Vitria Khan di Trans TV, Jl Tendean, Jakarta Selatan, Senin (7/5).

Meski tidak mau mengakui, Hilda Vitria Khan mengatakan pernikahan di rumah penghulu karena terpaksa, adanya tekanan dari Kriss Hatta.

"Dan aku ke sana kan awalnya dia minta tolong aku nganterin dia (mau jadi) mualaf kan dan untuk menjadi wali pernikahan adiknya, tapi tiba-tiba dia suruh aku duduk dan paksa aku," ungkap Hilda Vitria Khan.

Yang membuat Hilda tak bisa menolak pernikahan itu, karena Kriss Hatta mengancam akan bunuh diri.

"Dia (Kriss Hatta) mau ngelakuin bunuh diri lagi gitu, karena kan bulan sebelumnya itu dia pernah ngelakuin tiga kali di depan aku langsung, dia minum cairan serangga," tutur Hilda Vitria Khan.

Di situ, Hilda Vitria Khan merasa sebagai korban yang dijebak oleh Kriss Hatta. "Aku dijebak. Kenapa bilang gitu ya, karena aku dijebak. Satu hal lagi aku enggak pernah mengatakan aku pernah menikah dengan dia. Kejadian itu aku benar-benar dijebak," pungkas Hilda Vitria Khan.

(pri/ray)

Penulis Supriyanto
Editor Panditio Rayendra
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.