Gara-gara Kasus First Travel, Syahrini Lebih Hati-hati Pilih Kerja Sama

Christiya Dika Handayani Rabu, 6 Juni 2018 18:10:52
Syahrini lebih hati-hati pilih kerja sama dengan pihak lain. (seno susanto/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Nama Syahrini belum lama ini ikut tersangkut dalam kasus penipuan dan pencucian uang yang dilakukan oleh First Travel. Syahrini dipanggil sebagai saksi untuk memberikan keterangan terkait kerja sama yang terjalin antara dirinya dengan bos First Travel Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman.

Setelah sempat dua kali mangkir, Syahrini akhirnya memenuhi panggilan pengadilan pada 2 April lalu. Di situ, Syahrini membantah telah menerima uang sebesar 1,3 miliar rupiah sebagai bentuk kerja sama. Ia mengaku hanya mendapat fasilitas VVIP dengan syarat harus membagikan foto perjalanan umrahnya melalui akun Instagram pribadinya.

Setelah kejadian itu, Syahrini menjadikannya sebagai pelajaran untuk lebih berhati-hati dalam memilih segala bentuk kerja sama.

Kasus First Travel dijadikan pelajaran oleh Syahrini. (ryan muhjani)
Kasus First Travel dijadikan pelajaran oleh Syahrini. (ryan muhjani)

"Jelas (dijadikan pengalaman). Lebih waspada, lebih hati-hati bekerja sama, terutama sekarang," ujar Syahrini ditemui usai acara di Masjid Azzikra, Sentul, Jawa Barat, Selasa (5/6).

Pengalaman itu juga dijadikan Syahrini sebagai cara untuk dirinya memikirkan segala hal lebih mendalam dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.

"Lebih banyak merefleksi diri, 'Oh ternyata kalau terlalu baik, tuh juga ada mudaratnya, ya. Kalau terlalu ketat juga enggak ada manfaatnya," katanya.

"Jadi semuanya itu, lebih dicerna sekarang. Lebih dipikirkan, lebih objektif ke depannya. Enggak mau yang gegabah," pungkas Syahrini.

(dika/ind)

Penulis Christiya Dika Handayani
Editor Indra Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.