Dewi Perssik Komentari Soal Inul Daratista Kehilangan Cincin Berlian 350 Juta

Supriyanto Rabu, 27 Juni 2018 11:45:00
Dewi Perssik Komentari Soal Inul Daratista Kehilangan Cincin Berlian 350 Juta (Seno / Tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Inul Daratista baru saja kehilangan cincin berlian seharga Rp 350 juta yang disematkan di jari kelingking. Kabar raibnya cincin mahal tersebut diungkap Inul lewat akun Instagramnya.

Inul baru menyadari jika cincinya hilang setelah ingin menaruhnya di dompet. Pemilik goyang ngebor itu menduga cincin berliannya hilang ditarik oleh penonton saat tampil di atas panggung.

Mendengar kabar itu, Dewi Perssik ikut memberi komentar. Istri Angga Wijaya itu menduga cincin yang dipakai Inul kebesaran dan mudah lepas.

(Seno / Tabloidbintang.com)
(Seno / Tabloidbintang.com)

"Ya mungkin kebesaran cincinnya. Jadi bisa ketarik sama orang. Kalau kebesaran kan nggak mungkin lepas karena sakit kalau ketarik," ujar Dewi Perssik di Studio Trans TV, Jl.Tendean, Jakarta Selatan, Senin (25/6).

Belajar dari pengalaman, Dewi Perssik pun tak akan sembarangan jika memiliki perhiasan mahal yang kebesaran.

"Salah satu contoh kan cincin aku ini, kebesaran jadi kalau nyanyi nggak aku pakai. Karena kalau ketarik-tarik gampang lepas. Kecuali jam dan akesoris lain yang nempel kencang," tambah Dewi Perssik.

(Seno / Tabloidbintang.com)
(Seno / Tabloidbintang.com)

Menurut Dewi Perssik ada saatnya harta yang dibeli untuk sedekah atau dipakai untuk kepentingan pribadi.

"Aku punya pengalaman, jadi ya aku belajar dari itu. Jangan sampai pakai berlian mahal, kan sayang. Ada waktunya beramal dan untuk kita sendiri," pungkas Dewi Perssik.

(pri / wida)

Penulis Supriyanto
Editor Wida Kriswanti
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.