10 Hari Shakira Dirawat di Singapura, Denada Rogoh Kocek Hingga Rp 400 Juta

Altov Johar Kamis, 19 Juli 2018 11:50:45
Shakira dan Denada (Bambang Setiawan / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Bukan hanya tenaga, Denada rela berkorban harta demi mengembalikan keceriaan buah hatinya, Shakira Aurum. Saat ini Shakira tengah menjalani perawatan intesif di Singapura, karena menderita leukemia.

Emilia Contessa, ibunda Denada menuturkan, tidak murah untuk membiayai pengobatan cucunya. Biaya yang dikeluarkan Denada untuk perawatan anaknya selama 10 hari saja bisa mencapai Rp 400 juta.

"Dalam keadaan kemarin yang sebulan itu, dia diisolasi. Biayanya untuk kamar saja sampai 15 juta sehari. Saya dengar-dengat mereka keluar uang dalam 10 hari tuh sampai 400 juta," kata Emilia Contessa kepada Tabloidbintang.com.

Emilia Contessa (Seno Susanto / tabloidbintang.com)
Emilia Contessa (Seno Susanto / tabloidbintang.com)

Membongkar biaya yang dikeluarkan, bukan berarti Denada minta dikasihani. Emilia Contessa hanya sekadar menginformasikan ke masyarakat, bahwa pengobatan leukemia tidak lah murah.

"Ini cuma sekadar informasi. Bukan hanya di Indonesia, di indonesia pun pengobatannya sudah mahal sekali, apalagi di Singapura," katanya.

Emilia menambahkan, keputusan Shakira berobat ke Singapura atas saran dokter. Bahkan ia berencana menanyakan departemen kesehatan, tentang kabar obat leukemia yang tidak menentu.

"Kadang ada kadang enggak, itu yang saya dengar. Makanya saya ingin konfirmasi ke departemen kesehatan.  Saya dengar dari beberapa dokter, khususnya dokter darah. Itu bisa menemukan anak-anak menderita leukemia bisa 2-3 anak setiap bulan," pungkas Emilia Contessa.

(tov/ray)

Penulis Altov Johar
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.