Hotman Paris Geli LP3HI Permasalahkan Status Tersangka Cut Tari dan Luna Maya

Supriyanto Kamis, 9 Agustus 2018 12:40:23
Hotman Paris Hutapea menduga LP3HI hanya ingin mencari panggung. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Hotman Paris Hutapea mengaku tertawa geli saat mendengar LP3HI mengajukan permohonan praperadilan terhadap status tersangka Cut Tari dan Luna Maya terkait kasus video asusila pada 2010 silam.

"Saya agak geli ketawa melihat itu gugatan praperadilan," ungkap Hotman Paris Hutapea kepada wartawan lewat telepon, Rabu (8/8).

Cut Tari (Seno/tabloidbintang.com)
Cut Tari (Seno/tabloidbintang.com)

Pengacara kondang yang pernah membela Cut Tari dalam kasus video tersebut mengatakan alasan yang membuatnya tertawa. Hotman Paris Hutapea menduga LP3HI hanya ingin mencari panggung.

"Satu, saya tidak melihat ada urgensinya. Karena itu kan private Cut Tari, tidak ada kaitannya dengan kepentingan publik. Kedua, kekuatan hukumnya keliru karena enggak ada itu di KUHAP bahwa praperadilan meminta pengadilan menghentikan penyidikan," terang Hotman Paris Hutapea.

Lantas mengenai status tersangka yang diberikan penyidik terhadap Cut Tari dan Luna Maya, Hotman Paris Hutapea menilai tidak perlu dilanjutkan.

Luna Maya (Seno/tabloidbintang.com)
Luna Maya (Seno/tabloidbintang.com)

"Tidak harus diselesaikan (status tersangka). Kalau Cut Tari dan Luna Maya tidak keberatan kan enggak ada yang dirugikan. Dan lagipula dalam kasus persidangan si Ariel, sama sekali tidak ada tekanan dari mereka," terang Hotman Paris Hutapea.

"Jadi ya udah loh. Makanya agak heran penegakan hukum yang mana. Kalau memang Cut Tari dan Luna Maya tidak keberatan kasusnya menguap begitu saja, ya udah itu ajalah," pungkas Hotman Paris Hutapea.

(pri/bin)

Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.