Kerap Dicap Kasar, Young Lex Tak Mau Pencitraan di Depan Kamera

Nanda Indri Hadiyanti Rabu, 15 Agustus 2018 03:00:23
Young Lex sadar banyak yang tidak suka dengan gayanya.

TABLOIDBINTANG.COM - Young Lex meminta siapa pun yang tidak menyukainya untuk tak melihat isi kanal Youtube-nya. Karena, kata dia, kanal YouTube-nya  dibuat khusus untuk mereka yang ingin menonton dirinya. 

"Karena di YouTube channel gue harusnya yang mau nonton Yong Lex aja. Kalo kalian enggak suka dengan bahasa di YouTube channel gue nonton YouTube channel orang lain, ada teman-teman gue juga kok, teman nongkrong ada Atta (Halilintar), ada Ria Ricis. Mereka emang di depan-belakang layar orangnya sopan," kata Yong Lex dalam videonya, yang diposting ulang di akun gosip @taante_rempoong_officiall, Senin (13/8).

Young Lex sadar banyak yang tidak suka dengan gayanya. Pasalnya di setiap video YouTube-nya, Young Lex selalu jadi dirinya sendiri, yang seringkali dianggap menggunakan bahasa yang kasar. 

Postingan video Young Lex. (Instagram)
Postingan video Young Lex. (Instagram)

"Gue di depan dan belakang bukan tidak sopan cuma bahasanya aja seperti ini kalau kalian enggak sanggup menerima bahasanya seperti ini yang menurut kalian kasar enggak usah ditonton," lanjutnya. 

Young Lex menambahkan, dia selalu berusaha apa adanya, meski orang menganggapnya kasar. Dia tidak mau dianggap pencitraan di depan layar demi mendapatkan penilaian baik dari penonton vlog-nya. 

"Di YouTube channel gue, konsepnya gue di depan kamera dan belakang kamera adalah orang yang sama, ketika gue bercanda di rumah atau di luar, sama. Young Lex tidak mau pencitraan di depan kamera. Itu inti dari isi YouTube channel gue," tutupnya. 

(nda/bin)


Penulis Nanda Indri Hadiyanti
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.