Dewi Perssik Berharap Nella Kharisma Singkirkan Trauma Agar Makin Bersinar

Supriyanto Rabu, 22 Agustus 2018 16:30:32
Nella Kharisma trauma dibully (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Dewi Perssik menyayangkan Nella Kharisma takut tampil di televisi dan diwawancara media. Padahal, menurutnya muncul di televisi dan media bisa membuat Nella Kharisma makin dikenal sebagai penyanyi dangdut.

Dewi Perssik pun memberi dukungan kepada Nella agar memiliki rasa percaya diri tingggi bahwa kemampuannya bernyanyi memang bagus.

"Kemarin aku bilang 'suara kamu bagus' dan lagu-lagu dia (Nella Kharisma) hampir semua penyanyi (dangdut) menyanyikan termasuk aku sendiri," ungkap Dewi Perssik di Studio Trans TV, Jl.Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (21/8).

Nella Kharisma memiliki alasan mengapa enggan muncul ditelevisi. Meski demikian, Depe yang sudah lebih dulu berkarier di dunia dangdut selalu memberi dukungan agar Nella memghilangkan trauma setelah dibully gara-gara melakukan kesalahan saat tampil perdana di televisi.

"Aku bilang, 'kamu tetap harus rileks, enjoy, karena tidak selamanya menjadi selebriti itu harus tampil sempurna. Dewi Perssik aja suka keseleo kadang, jadi bermacam-macam itu sebuah perjalanan, 'jadi kamu jangan pernah ragu, jangan pernah merasa bahwa kamu merasa dihakimi, kamu merasa bahwa kamu itu tidak bagus penampilannya, jangan'," ucap Dewi Perssik.

Sebagai sesama penyanyi dangdut asal Jawa Timur, Dewi Perssik ingin Nella Kharisma lebih berkembang. 

"Aku cuman berharap Nella Kharisma bisa tampil di stasiun-stasiun televisi lainnya, karena dia itu suaranya, lagu-lagunya bagus, penggemarnya juga banyak," pungkas Dewi Perssik.

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.