Berbohong Soal Dipukuli Penggemar K-Pop, Young Lex: Ngapain Minta Maaf

Supriyanto Jumat, 24 Agustus 2018 17:40:05
Young Lex

TABLOIDBINTANG.COM - Young Lex belum lama ini bikin sensasi mengaku babak belur dipukuli pengemar K-Pop. Padahal memar di wajah Young Lex hanya make up buatan agar terlihat seperti habis berkelahi.

Kelakuan Young Lex menuai kontroversi hingga membuat dirinya menjadi sasaran bully. Meski demikian, Young Lex santai karena ia memiliki hak untuk berkreativitas.

Young Lex (Seno Susanto / tabloidbintang.com)
Young Lex (Seno Susanto / tabloidbintang.com)

"Intinya gini, kalau lo mau becandain gue, gue boleh dong becandain lo. Bukan baper ya, bukan balas dendam," ujar Young Lex di Trans TV, Jl.Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (23/8).

Young Lex juga tak masalah jika sampai sekarang masih dihujat dan dicela oleh netizen. Menurutnya, tidak ada yang perlu disesali apalagi meminta maaf dengan sensasi yang dibuatnya.

"Menurut gue, tetap jadi diri gue saja. Menurut gue, gue enggak melakukan kesalahan. Kenapa enggak minta maaf? Ngapain minta maaf kalau lu enggak buat salah," tutur Young Lex.

Mantan teman duet Awkarin itu pun menegaskan, netizen harua cerdas menggunakan media sosial untuk tidak selalu menerima setiap konten di media sosial secara mentah.

"Enggak semua yang lo dengar, lo lihat dan lo baca itu, 100 persen benar. Coba disaring dulu gitu, lho. Jangan diterima mentah-mentah terus, 'Oh dia orangnya gini, dia begini'," kata Young Lex.

"Lo mau (konten) mendidik semua? Enggak bisa. Perlu ada konten mendidik? Perlu. Tapi apa perlu semuanya harus mendidik? Enggak juga. Harus ada yang kadarnya fun, becanda, tapi notabene jangan kelewatan juga," pungkas Young Lex.

(pri/ray)


Penulis Supriyanto
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.