Gara-gara Cinta Yang Hilang, Ratna Galih Keteteran Urus Usaha Kuliner

Indra Kurniawan Jumat, 7 September 2018 10:15:04
Ratna Galih tetap mengawasi usahanya dari lokasi syuting. (bambang setiawan/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Sibuk syuting sinetron Cinta Yang Hilang, Ratna Galih mengaku keteteran mengurus usaha kuliner daring, Sissy Rice. Usaha yang ia rintis bersama sahabatnya Natasha Rizky itu, dimulai sejak Juni tahun lalu.

Menurut Ratna Galih, sejak sibuk syuting ia tidak bisa lagi memasak dan mengontrol makanan yang akan disajikan kepada pembeli.

“Bisnis makanan sama Aca tetap jalan, sih. Cuma sejujurnya aku keteteran karena kemarin, kan yang masak aku, yang kontrol makanan aku semua,” kata Ratna Galih ditemui tabloidbintang.com di lokasi syuting kawasan Jagakarsa, Jakarta.

Mencegah hal-hal tidak diinginkan, karena tidak ingin mengecewakan pembeli, Ratna Galih usahakan mengontrol makanan dari lokasi syuting.

Usaha kuliner Sassy Rice hasil kongsi Ratna Galih dengan Natasha Rizky. (Instagram)
Usaha kuliner Sassy Rice hasil kongsi Ratna Galih dengan Natasha Rizky. (Instagram)

“Karena sekarang aku enggak ada di rumah, kadang kalau aku di lokasi aku pesan makanannya. Kadang rasanya agak beda, sih. Aku, kan tipikalnya agak perfeksionis,” aku wanita cantik berhijab ini.

Terlintas di pikiran, Ratna Galih ingin menutup sementara usahanya. “Sementara aku sibuk begini, aku penginnya itu di hold ulu,” tukasnya.

Akan tetapi, Ratna Galih tidak rela. Ia berharap bisa menjalani dua profesi sekaligus tanpa mengganggu yang lain.”Sayang, karena sudah berjalan dan karyawan aku sudah banyak. Total ada 10 karyawan. Jadi di-hold atau enggak, belum tahu,” kata Ratna Galih.

(Ind/ind)

Penulis Indra Kurniawan
Editor Indra Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.