Baru Berusia 9 Bulan, Penghasilan Putra Sandra Dewi Sudah Melebihi Ibunya

Supriyanto Rabu, 17 Oktober 2018 11:00:23
Anak Dewi Sandra jadi bintang iklan. (Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Raphael Moeis, putra Sandra Dewi yang masih berusia sembilan bulan, menjadi model bintang iklan sebuah produk makanan bayi. Tak hanya satu produk, Raphael Moeis juga mendapat tawaran iklan lainnya.

Bahkan kini, nilai kontrak yang dikumpulkan Raphael Moeis melebihi penghasilan mamanya. Hal tersebut diakui Sandra Dewi.

"Sekarang Rafa sudah sembilan bulan, sudah bisa syuting, bisa syuting bareng. Iklannya banyak banget sampai mamanya kalah sekarang. Ha ha ha. Iya lebih gede kayanya yah (bayarannya)," ungkap Sandra Dewi di Studio Trans TV, Jl.Tandean, Jakarta Selatan, Selasa (16/10).

Sandra Dewi mengatakan, dirinya dan suami tak pernah memaksaan putranya untuk syuting iklan. Raphael Moeis hanya menjalani proses syuting sesuai dengan kegiatan bayi pada umumnya.

Instagram
Instagram

"Itu manajer aku yang urusin. Tapi memang kita senang-senang aja, kita bilang sama klien kalau mau pakai Rafa ya dia datang sesuka-suka dia. Pokoknya ambilnya candid-candid, dia lagi main, kita ambil. Dia lagi makan di-shot tapi sebenarnya bukan diarahkan, bayi mana bisa diarahkan. Dia lagi main aja di-shot. Kalau mau ya ambil candid kalo enggak, ya enggak mau," terang Sandra Dewi.

Sementara sang suami, Harvey Moeis juga memberi dukungan dengan kegiatan yang dijalani putranya.

"Kalau suami dari awal memang bebas saja, dia percaya sama aku. Karena aku bilang yang penting scene-nya sedikit, yang diambil kan candid-candid aja. Syuting kan suka-suka dia, mau datang kapan, kita stand by," pungkas Sandra Dewi.

(pri/bin)

Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.