Roy Marten Sedih Gempi Harus Mengalami Kejadian Seperti Gading Saat Kecil

Abdul Rahman Syaukani Kamis, 6 Desember 2018 22:10:00
Roy Marten sedih mendengar perceraian Gading (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Gugatan cerai yang dilayangkan Gisella Anastasia ke Gading Marten mengungkap fakta sedih masa lalu tentang kehidupan Roy Marten yang berpisah dari istri pertamanya, Tuty.

Mungkin karena satu dan lain hal, Roy Marten kala itu terlibat perseteruan dengan Tuty yang berujung pada perpisahan. Gading Marten kala itu baru berusia 2 bulan.

"Pada saat bayi, kalau enggak salah, Gading malah ditaruh di depan pintu rumah. Itu masih bayi banget," ucap sumber yang enggan disebutkan identitasnya saat berbincang dengan Tabloidbintang.com.

Gading Marten dirawat dan dibesarkan oleh Roy Marten. Ketika Gading Marten sudah menginjak usia 2 tahun, Roy Marten kemudian menikah lagi dengan Anna Maria.

Gading Marten (Markuat/tabloidbintang.com)
Gading Marten (Markuat/tabloidbintang.com)

Gading Marten diperlakukan seperti anak sendiri oleh Anna Maria. Dia membesarkan Gading Marten cilik dengan sepenuh hati.

"Terus Gading diasuh sama Mas Roy dan istri keduanya, Mbak Anna Maria. Gading itu seperti anak kandung Mbak Anna karena Mbak Anna mendidiknya benar-benar seperti anak sendiri, sebelum melahirkan anak dari Mas Roy. Pertama Merari, kedua Gibran," ungkapnya.

Di mata Roy Marten maupun Anna Maria, Gading tidak pernah menyusahkan orang tua. "Gading ini steril, enggak bandel sama sekali, enggak pernah bikin orang tua marah. Itu cerita mereka," tuturnya.

Roy Marten sangat terpukul atas gugatan cerai yang dilayangkan Gisella Anastasia. Roy Marten kasihan sama Gempi yang harus mengalami kejadian serupa seperti yang sempat dialami Gading Marten cilik, kedua orang tua harus bercerai.

(Man)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Suyanto Soemohardjo
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.