Nikita Mirzani Menangis di Sidang Mediasi Cerai dengan Dipo Latief

Altov Johar Kamis, 17 Januari 2019 15:15:23
Nikita Mirzani terlihat tak kuasa menahan tangisnya usai menjalani sidang yang beranggendakan mediasi ini. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Sidang gugatan cerai Nikita Mirzani terhadap Dipo Latief digelar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Kamis (17/1). Nikita Mirzani terlihat tidak kuasa menahan tangisnya usai menjalani sidang yang beranggendakan mediasi ini.

Diakui Nikita Mirzani, banyak pertanyaan mediator yang membuatnya harus kembali tenggelam ke dalam kenangannya bersama Dipo Latief. Menurut Nikita Mirzani, bisa jadi luapan emosi ini karena bawaan janin di kandungan.

Nikita Mirzani (Seno/tabloidbintang.com)
Nikita Mirzani (Seno/tabloidbintang.com)

"Tadi di dalam iya nangis lah. Ditanya-tanya harus flashback lagi, kan sedih. Ya sedih aja, bawaan bayi kali ya," ujar Nikita Mirzani dengan mata berkaca-kaca, di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Kamis (17/1).

Diakui Nikita Mirzani , banyak kenangan buruk yang dilalui selagi bersama Dipo Latief. Emosi yang selama ini diluapkan, barus kembali diceritakan Nikita Mirzani di hadapan mediator. Hal itu yang membuatnya sedih.

Nikita Mirzani dan Dipo Latief (Seno/tabloidbintang.com)
Nikita Mirzani dan Dipo Latief (Seno/tabloidbintang.com)

"Kalau disuruh flashback itu Niki suka....karena banyak yang kurang bagus gitu, jadi sedih aja. Selama ini kan sudah dilupakan, terus harus cerita lagi jadi kayak gimana," ungkapnya.

Meski begitu Nikita Mirzani bersyukur sidang berjalan lancar. Bahkan ia merasa mediator sidang seperti orang tua sendiri. "Iya mediatornya baik banget kayak orang tua," pungkasnya.

(tov/bin)

Penulis Altov Johar
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.