Mantan Anak Didik Bongkar Kebiasaan Berjudi Mak Vera saat Olga Syahputra Dirawat

Supriyanto Sabtu, 9 Pebruari 2019 11:30:00
Mantan Anak Didik Bongkar Kebiasaan Berjudi Mak Vera saat Olga Syahputra Dirawat

TABLOIDBINTANG.COM - Hubungan Mak Vera dengan almarhum Olga Syahputra belakangan menjadi sorotan. Muncul kabar wanita yang lama menjadi manajer Olga Syahputra itu dinilai tak becus merawat Olga saat berada di Singapura lantaran lebih mementingkan kepuasan pribadi.

Fahmi Aditian, mantan anak didik Mak Vera mengungkap rahasia yang selama ini ditutup-tutupi. Fahmi mengatakan, mantan manajer Olga Syahputra itu punya hobi bermain judi di Singapura.

"Manajernya itu kadang di Jakarta, jarang banget di Singapura. Dia itu di Jakarta meeting apa segala macem. Terus kalau pergi ke Singapura dia itu main judi," ujar Fahmi Aditian di kawasan Trans Tv, Jl. Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (8/2).

Fahmi Aditian (Tabloidbintang.com)
Fahmi Aditian (Tabloidbintang.com)

Bahkan, Mak Vera bisa menghabiskan uang Rp150 juta di meja judi di saat Olga Syahputra terkapar di rumah sakit berjuang melawan sakit meningitis.

"Perharinya 15 ribu dollar Singapura, kalau sekarang berarti Rp 150 juta itu perhari," tambah Fahmi Aditian.

Fahmi Aditian mengatakan, kebiasaan buruk Mak Vera sering dilakukan saat berada do Singapura. Menurut Fahmi, di Singapura Mak Veta lebih banyak menghabiskan waktu berjudi daripada merawat Olga.

Olga Syahputra meninggal dunia pada 27 Maret 2015. Ia meninggal karena penyakit meningitis yang diderita selama kurang lebih satu tahun.

Kakak ka dung Billy Syahputra itu meninggal di usia 32 tahun. Sebelum tutup usia, Olga sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura.(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Wida Kriswanti
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.