Femmy Permatasari Menikah di Selandia Baru Tanpa Acara Pemberkatan di Gereja

Supriyanto Selasa, 19 Pebruari 2019 22:20:23
Femmy Permatasari akan menikah dengan Alfons Martinus Purnomo pada 14 Maret 2019 mendatang di Selandia Baru. (Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Setelah enam tahun menjanda, Femmy Permatasari akan menikah dengan Alfons Martinus Purnomo pada 14 Maret 2019 mendatang di Selandia Baru.

Nantinya, pernikahan mereka tidak akan melalui prosesi pemberkatan Gereja. Padahal, Femmy Fermatasari dan calon suaminya sama-sama menganut agama Katolik.

Saat ditanya soal tak adanya acara pemberkatan, Femmy Permatasari menjelaskan. 

Femmy Permatasari dan Alfons Martinus Purnomo. (Instagram)
Femmy Permatasari dan Alfons Martinus Purnomo. (Instagram)

"Dari awal memang enggak bisa nikah di Gereja Katolik, di Jakarta, di mana pun, di dunia mana pun. Tidak bisa untuk mengulang Gereja Katolik. Karena peraturannya Katolik itu hanya maut yang memisahkan. Jadi kalau cerai mati, bisa menikah lagi tapi kalau cerai hidup tidak akan pernah bisa nikah di Gereja Katolik, gitu," jelas Femmy Permatasari di studio Trans TV, Jl Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (19/2).

Meski demikian, pernikahan mereka tetap tercatat dalam dokumen negara. Femmy Fermatasari dan calon suaminya juga berpegang teguh dengan keyakinannya.

"Enggak akan ada pemindahan agama. Saya tidak mau. Saya sama suami saya Alfons akan tetap di agama kita, Katolik. Jadi enggak ada pemberkatan Gereja tapi secara negara sah," tegas Femmy Permatasari.

Rencananya, Femmy Permatasari akan melangsungkan pernikahan di Auckland Registry Office pukul 09.30 waktu setempat. Untuk resepsi digelar di Orbit 360° Dining pada pukul 19.00 WIB waktu setempat.

(pri/bin)

Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.