Soal Penyebaran Video Tak Senonoh Vanessa Angel, Ini Kata Manajer

Abdul Rahman Syaukani Jumat, 22 Pebruari 2019 06:00:23
Vanessa Angel jadi tersangka kasus prostitusi online. (TEMPO)

TABLOIDBINTANG.COM - Pihak Polda Jawa Timur sempat mengatakan penetapan Vanessa Angel sebagai tersangka berdasarkan adanya bukti digital forensik berupa bukti transfer dana yang diduga berasal dari kasus prostitusi online. Selain itu, terdapat foto dan video tak senonoh Vanessa Angel yang juga dijadikan dasar penetapan tersangka.

Lidya selaku manajer Vanessa Angel mengatakan bahwa foto yang dijadikan barang bukti oleh penyidik berasal dari komunikasi pribadi antara Vanessa Angel dengan Endang. Dia pun mempersoalkan soal tudingan adanya penyerbaran foto asusila. Karena selain kontennya yang dianggapnya masih normal, Vanessa Angel juga tidak menyebarkannya ke publik.

Vanessa Angel (Rahman/tabloidbintang.com)
Vanessa Angel (Rahman/tabloidbintang.com)

"Itu foto tidak vulgar kalau menurut saya. Sementara di Instagram orang lain banyak yang lebih vulgar, kenapa enggak diproses?" ungkap Lidya kepada tabloidbintang.com, Kamis (21/2).

"Itu kan percapakan pribadi kenapa dijadikan barang bukti. Kecuali ada (grup) perkumpulan PSK, ini percakapan pribadi," keluhnya lebih lanjut.

Soal adanya video tak senonoh Vanessa Angel yang juga dijadikan barang bukti oleh penyidik, Lidya tidak banyak memberikan penjelasan.

"Sekarang saya bertanya, Vanessa diciduk tanggal 5 (Januari 2019), otomatis HP ditahan kan. Video (tersebar) tanggal 6, analisanya seperti apa? Saya orang awam tapi tidak bego-bego banget juga gitu. Pakai logika aja, yang nyebar siapa? Kita bukan suudzan ya," ungkap manajer Vanessa Angel.

(man/bin)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.