Alasan Femmy permatasari dan Alfons Menikah di Selandia Baru

Indra Kurniawan Senin, 4 Maret 2019 05:00:01
Pernikahan Femmy dan Alfons akan diadakan ke Auckland, Selandia Baru. (Markuat)

TABLOIDBINTANG.COM - Hanya karena terganjal administrasi pernikahan, Femmy permatasari dan Alfons tidak dapat melangsungkan hari bahagia mereka di Indonesia.

Pernikahan Femmy dan Alfons, yang rencananya dihelat di Bali, bergeser ke Auckland, Selandia Baru. Pemberkatan dilakukan di Auckland Registry Office (semacam catatan sipil—red.) pukul 09.30 waktu setempat, sementara resepsi menyusul berlangsung di Orbit 3600 Dining pukul 19.00.

Femmy dan Alfons sepakat menikah di Auckland setelah melalui berbagai pertimbangan, terutama kemudahan dalam urusan administratif. 

“Kalau menikah di Indonesia, kantor catatan sipil harus dapat surat dari gereja. Sedangkan gereja enggak bisa kasih karena kami sudah enggak bisa menikah di gereja Katolik lagi,” imbuh Femmy. 

Alasan Femmy dan Alfons menikah di Selandia Baru, karena untuk menikah di Indonesia persyaratan pernikahan cukup rumit. (Markuat)
Alasan Femmy dan Alfons menikah di Selandia Baru, karena untuk menikah di Indonesia persyaratan pernikahan cukup rumit. (Markuat)

Singapura, Jepang, dan Australia dipertimbangkan sebagai kandidat lokasi pernikahan. Namun kemudian muncul kandidat baru, Selandia Baru, diusulkan kakak Alfons.

“Kakak Alfons yang tinggal di Selandia Baru menyarankan, kenapa enggak di Auckland saja, mudah dan simpel mengurus surat-suratnya. Begitu kami urus ke kedutaan ternyata memang enggak dipersulit, jadi kami putuskan menikah di Selandia Baru. Nanti tinggal surat nikah kami bawa ke catatan sipil (Indonesia) untuk dilegalisasi,” sambung pemain sinetron Jodoh yang Tertukar ini.

(ind / gur)
 

Penulis Indra Kurniawan
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.