Della Perez Senang Banyak Orang Tak Percaya Dirinya Terlibat Prostitusi Online

Yohanes Adi Pamungkas Rabu, 13 Maret 2019 02:00:23
Sosok Ruben Onsu menjadi orang yang menguatkan mental Della Perez. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Sempat diperiksa di Mapolda Jawa Timur terkait kasus prostitusi online pada awal Febuari lalu, Della Perez bisa bernapas lega karena dari hasil pemeriksaan, adik mendiang Julia Perez ini terbukti tak terlibat.

“Setelah ramai-ramai kemarin ada kontrak pekerjaan yang dibatalkan, tapi setelah itu malah dapat banyak pekerjaan bersama D'Perez, menyanyi di beberapa tempat. Ternyata banyak orang yang percaya kalau saya tidak berbuat kesalahan,” kata Della Perez kepada tabloidbintang.com di Jakarta.

Della Perez (Seno/tabloidbintang.com)
Della Perez (Seno/tabloidbintang.com)

Sosok Ruben Onsu menjadi orang yang menguatkan mental Della Perez. Saat berada di Surabaya untuk diperiksa, Ruben Onsu tidak henti-henti menelepon Della Perez dari Jakarta untuk menanyakan keadaan dan hasil pemeriksaan. “Ruben bilang kejadian kemarin membuat saya belajar kuat dalam menghadapi masalah,” seru Della Perez.

Memang Della Perez sempat kaget dan tidak percaya ketika dirinya mendapatkan surat pemanggilan dari Mapolda Jawa Timur. “Saya stres tidak berani keluar rumah, malas makan selama seminggu. Saat sampai di Surabaya juga tambah takut harus ketemu Polisi,” imbuh Della Perez.

Namun Della Perez senang sekarang hari-harinya sudah dijalani tanpa rasa beban dan ketakutan hingga cibiran dari orang lain. “Saya ingin orang melihat saya dengan karier yang bagus bersama D'Perez,” seru Della Perez yang bersama D'Perez baru meluncurkan single berjudul "Dimanjah Kamooh".

(han/bin)

Penulis Yohanes Adi Pamungkas
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.