Syahrini - Reino Barack Jumpa Pers Pernikahan, Nikita Mirzani Merasa Aneh

Altov Johar Kamis, 14 Maret 2019 15:45:43
Nikita Mirzani (Altov / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Setelah sempat bungkam, Syahrini dan Reino Barack buka suara tentang pernikahan mereka, yang digelar di Masjid Camii, Jepang. Keduanya menggelar konferensi pers di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, pada Minggu (10/3) lalu. Namun Nikita Mirzani justru mempertanyakan sikap pasutri tersebut yang tiba-tiba menggelar jumpa media.

"Kalau menurut gue aneh, karena kan dari awal dia kan mintanya privat ya, ya privat-privat aja. Tapi akhirnya dia keluarin sih, itu menurut gue suatu keanehan," ungkap Nikita Mirzani di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Kamis (14/3).

"Lagi keluarga suaminya kan bukan dari keluarga yang biasa aja ya. Mereka juga butuh ke privasian gitu, tapi enggak tau deh. Gue juga enggak ngerti," sambungnya.

Syahrini dan Reino Barack (Seno Susanto / tabloidbintang.com)
Syahrini dan Reino Barack (Seno Susanto / tabloidbintang.com)

Di akun instagramnya, Nikita sempat menuliskan kata-kata yang diduga ditujukan kepada Reino Barack saat menggelar menggelar konfrensi pers bersama Syahrini. Saat dikonfirmasi tentang postingannya itu, Nikita mengelak.

"Enggak ada, gue enggak gak komen. Kan enggak nulis namanya, hahaha," pungkas Nikita Mirzani lalu tertawa.

Nikita Mirzani belakangan menjadi sorotan terkait komentar mengenai hubungan Reino Barack dan Syahrini. Dalam program Pagi pagi Pasti Happy, Nikita Mirzani bahkan menyebut Syahrini dan Reino sudah dekat sejak Juni 2018. Sementara selama ini publik mengetahui bahwa Luna Maya dan Reino Barack baru putus pada Agustus 2018.

(tov / ray)

Penulis Altov Johar
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.