Bawa Tradisi Sunda ke Jepang, Syahrini: Aku Bangga

Christiya Dika Handayani Jumat, 15 Maret 2019 17:15:23
Syahrini mengusung adat Sunda saat dinikahi pengusaha Reino Barack di Masjid Tokyo, Jepang pada 27 Februari 2019 lalu. (Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Syahrini mengungkap rasa bangganya bisa membawa tradisi Sunda ke Jepang saat momen pernikahannya. Diketahui, Syahrini mengusung adat Sunda saat dinikahi pengusaha Reino Barack di Masjid Tokyo, Jepang pada 27 Februari 2019 lalu.

Sebagai wanita keturunan Sunda, Syahrini pun memilih mengenakan siger atau mahkota dalam prosesi akad nikahnya. Di postingannya, Syahrini mengunggah fotonya tampak samping saat prosesi akad nikah.

"Aku Bangga Menjadi Wanita Sunda, Membawa Tradisi Sunda Ke Negara Sakura, Memakai SIGER Kebanggaan Orang Sunda," tulis Syahrini diketerangan foto yang diunggah, Kamis (14/3).

Mantan rekan duet Anang Hermansyah itu lalu mengungkap jika siger yang dikenakannya dibuat secara khusus oleh sahabatnya, desainer Rinaldy Yunardi.

"SIGER ( Mahkota Pengantin Wanita Sunda ) Di Buatkan Khusus Nan Indah Penuh Cinta, Sehingga Tampak Istimewa Dan Sempurna Oleh Sang MAESTRO The One And Only @rinaldyyunardi Terimakasih Atas Cintanya Untukku, I Love You Koko Sayang!" tandas Syahrini.

Unggahan ini pun telah disukai lebih dari 859 ribu pengguna. Namun, lagi-lagi Syahrini memiliki untuk tak mengaktifkan kolom komentarnya. Sementara itu, di Instagramnya Rinaldy Yunardi membagikan ulang unggahan Syahrini. Ia berterima kasih atas kepercayaan Syahrini padanya.

"Terima Kasih kesayanganku @princessyahrini atas kepercayaannyaLove You So Much !" tulis Rinaldy Yunardi mengiringi unggahannya.

(dika/bin)

Penulis Christiya Dika Handayani
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.