Aura Kasih: Janin yang Saya Kandung Ini Adalah Rezeki yang Enggak Bisa Diuangkan

Wayan Diananto Senin, 18 Maret 2019 02:00:31
Aura Kasih hamil anak pertama. (Foto: Suprianto)

TABLOIDBINTANG.COM - Setelah dinikahi Eryck Amaral, Aura Kasih (31) hamil anak pertama. Meski hamil, Aura Kasih beraktivitas seperti biasa. Bulan ini misalnya, ia mempromosikan film The Sacred Riana Beginning. Dalam film itu, ia beradu akting dengan Prabu Revolusi, Citra Prima, dan The Sacred Riana. Hamil tak membuat Aura Kasih sepi tawaran kerja. Ia mengaku ditawari 3 proyek layar lebar baru.

"Beberapa rumah produksi menawarkan film baru. Total ada 3 tawaran film namun saya enggak berani menjanjikan. Satu di antaranya akhirnya syuting tanpa saya. Ini bukan menolak rezeki. Janin yang saya kandung ini adalah rezeki yang enggak bisa diuangkan. Setelah ini saya cuti, mau urus bayi dan suami dulu. Cuti berapa bulan saya belum tahu," beri tahu Aura Kasih ketika berkunjung ke kantor tabloidbintang.com di Jakarta, belum lama ini.

Meski sedang berbadan dua, fisik Aura Kasih tak banyak berubah. Ia mengaku tak terlalu peduli pada penampilan. "Saya enggak terlalu peduli soal fisik. Mau gemuk atau kurus, yang namanya hamil fisik pasti berubah. Buat para perempuan yang sedang hamil di luar sana, jangan takut gemuk. Gendut mah bisa dipangkas dengan olahraga, kalau perlu operasi. Tapi, punya anak itu susah. Punya keturunan adalah rezeki yang enggak bisa dibeli," imbuh Aura Kasih.

Anak, kata Aura Kasih, merupakan berkah yang paling berharga. Jadi kalau hamil, disyukuri saja. "Nikmati saja proses kehamilan ini. Suplemen dan vitamin tentu saya konsumsi. Makan mah makan saja. Saya enggak takut gemuk. Kapan pun di mana pun, saya makan," pungkas dia.

Penulis Wayan Diananto
Editor Wayan Diananto
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.