Usai Sidang Kasus Pemalsuan Akta Nikah, Nikita Mirzani Teriaki Kriss Hatta

Altov Johar Rabu, 24 April 2019 17:30:23
Nikita Mirzani turut mengikuti jalannya sidang perdana Kriss Hatta terkait kasus dugaan pemalsuan akta nikah. (Altov/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Nikita Mirzani turut mengikuti jalannya sidang perdana Kriss Hatta terkait kasus dugaan pemalsuan akta nikah. Duduk di bangku pengunjung, Nikita Mirzani mendengarkan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum terhadap Kriss Hatta.

Namun yang menarik perhatian justru aksi Nikita Mirzani usai sidang digelar. Memilih meninggalkan ruang sidang lebih dulu, Nikita Mirzani justru menunggu Kriss Hatta di muka ruang sidang.

"Awas kasih jalan, Nyai mau lihat," pinta Nikita Mirzani di Pengadilan Negeri Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (24/4).

Sidang Kriss Hatta (Altov/tabloidbintang.com)
Sidang Kriss Hatta (Altov/tabloidbintang.com)

Tak sampai di situ, Nikita Mirzani juga sempat meneriaki ketika mendapati Kriss Hatta digiring petugas menuju ruang tahanan. "Kriss gimana Kriss? Kriss, enak Kriss di penjara?," sahut Nikita Mirzani.

Tessa Mariska yang juga turut menghadiri sidang perdana Kriss Hatta buka suara saat disinggung aksi Nikita Mirzani. Menurutnya, Nikita Mirzani sedang membayangkan bagaimana rasanya menjalani sidang. Bahkan ia menyebut ibu dua anak itu juga akan merasakan duduk di kursi pesakitan.

"Mungkin dia lagi membayangkan bagaimana disidang, karena sebentar lagi dia disidang kan," pungkas Tessa Mariska.

Selain Nikita Mirzani, Billy Syahputra dan Hilda Vitria juga ikut hadir di sidang perdana Kriss Hatta. Hadirnya mereka guna melihat langsung proses hukum yang harus dijalani Kriss.

(tov/bin)

Penulis Altov Johar
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.