Proses Melahirkan Menjadi Sorotan Publik, Meghan Markle Disebut Sempat Tertekan

Hari Murtono Selasa, 7 Mei 2019 03:30:23
Kabar Meghan Markle akan melahirkan sudah  beredar kencang sejak dua pekan lalu. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Kabar seputar proses kelahiran anak pertama pasangan Pangeran Harry dan Meghan Markle disambut gembira banyak kalangan. Istana Buckingham Palace pun telah membenarkan kabar tersebut pada Senin (6/5) waktu setempat. Bahkan Pangeran William juga telah membagikan kabar gembira tersebut. 

Menurut Pangeran Harry,  bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut lahir dengan berat badan 3,2 kilogram. Adik Pangeran William ini mengaku sangat bahagia dengan kelahiran putranya. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan publik dalam proses kelahiran anaknya. 

Pangeran Harry dan Meghan Markle (Depositphotos)
Pangeran Harry dan Meghan Markle (Depositphotos)

Kabar Meghan Markle akan melahirkan sudah  beredar kencang sejak dua pekan lalu. Kabar itu berembus setelah Doria Ragland, ibunda Meghan Markle, mendarat di Inggris untuk menemani sang putri melahirkan. Kabar soal Meghan Markle segera melahirkan makin santer ketika Pangeran Harry mengumumkan pembatalan lawatan resminya ke Amsterdam, Belanda. Sementara salah seorang rekan Meghan Markle, Gayle King juga sudah terbang menuju Inggris kemarin.

Harian The Sun mengabarkan pada 5 Mei lalu bahwa Meghan Markle  diperkirakan akan melahirkan dalam jangka waktu 48 jam setelah berita diturunkan. Meski dikabarkan Meghan Markle memilih melahirkan di rumah, namun tak ketahui bagaimana proses sesungguhnya. Media juga menyebutkan Meghan Markle sempat mengalami tekanan akibat besarnya perhatian publik pada kelahiran anaknya. 

(hari/bin)

Penulis Hari Murtono
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.