Minta Nafkah, Putri Mayangsari Tidak Patok Uang Pemberian Bopak Castello

Supriyanto Selasa, 14 Mei 2019 17:00:31
Putri Mayangsari (Supri / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Putri Mayangsari istri Bopak Castello mengaku ditelantarkan oleh suami selama lima tahun. Selain tak dapat nafkah, untuk berkomunikasi dengan Bopak saja Putri merasa kesulitan.

"Sama sekali diputus sama dia (Bopak), putus komunikasi. Sempat aku bikin akun atas nama anak nya, di situ foto anaknya semua aku add akun dia (Bopak) tiba-tiba diblokir sama dia. Kan sekarang anaknya udah kelas 1 SD, udah mulai mengerti," ujar Putri Mayangsari di Studio Trans TV, Jl.Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (14/5)

Ibu satu anak itu mengatakan, ingin menyelesaikan masalah rumah tangganya dengan Bopak secara baik-baik. Putri ingin bicara dari hati ke hati. Namun, jika Bopak enggan bertemu, ia berharap perseteruan tidak terus berlanjut.

Bopak Castello (Seno Susanto / tabloidbintang.com)
Bopak Castello (Seno Susanto / tabloidbintang.com)

"Yang aku denger dari media sih katanya Bopak nggak mau ketemu sama aku langsung. Dia nggak mau kenal lagi, yaudah itu urusan dia," tutur Putri Mayangsari.

Terkait soal nafkah, Putri hanya ingin Bopak memberikan bantuan untuk biaya hidup anak. Tak melulu soal nominal, yang terpenting Bopak mau bertanggung jawab pada darah dagingnya.

"Intinya aku sendiri pgen ketemu sama dia, pengen bicara baik-baik. Dan aku juga nggak mau minta nominal, dia mau keluarin buat anaknya nafkah nya sebenarnya nggak gitu. Berapa lembar pun Bopak mengeluarkan duit untuk anaknya yang penting dia tanggungjawab. Aku nggak minta berapa-berapa nya," pungkas Putri Mayangsari.

(pri / ray)

Penulis Supriyanto
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.