Tak Tahu di Mana Ibunya, Sejak Kecil Haruka Nakagawa Tinggal di Panti Asuhan 

Supriyanto Selasa, 21 Mei 2019 14:00:23
Sejak orang tuanya bercerai, Haruka Nakagawa tinggal di panti asuhan. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Haruka Nakagawa, eks member JKT48, ditinggal sang kakak pada awal Mei 2019 kemarin. Ia mengaku sangat kehilangan kakaknya, apalagi sejak kecil Haruka Nakagawa tak pernah merasakan kasih sayang ibu kandungnya.

Sejak orang tuanya bercerai, Haruka Nakagawa tinggal di panti asuhan. Sampai sekarang penyanyi asal Jepang berusia 27 tahun itu masih berharap bisa bertemu dengan sang bunda.

"Bukan pengin ketemu ibu doang sih. Karena di dunia ini tuh banyak yang perasaannya kayak aku. Pengin punya ibu atau pengin punya bapak atau gimana gitu," ungkap Haruka Nakagawa di Studio Trans TV, Jl. Tendean, Jakarta Selatan, Senin (20/5).

Haruka Nakagawa (Supriyanto/tabloidbintang.com)
Haruka Nakagawa (Supriyanto/tabloidbintang.com)

Haruka Nakagawa tidak menampik ada kesedihan saat merindukan belaian sang ibu. Meski begitu,  Haruka Nakagawa ingin menginspirasi orang lain yang memiliki persamaan nasib.

"Aku penginnya kalau aku bilang kayak gini, orang-orang yang sama kayak aku, lebih semangat gitu. 'Oh Haruka aja bisa tuh sampai sekarang jadi artis terus bisa semangat di depan TV. Jadi aku tuh pengin semangati mereka juga gitu," tutur Haruka Nakagawa.

"Anak panti asuhan tuh, mereka kadang suka mikir kayak 'aduh aku kasihan nih'. Tapi jangan pikir kasihan gitu. Maksudnya semua orang pasti dapat yang rendah juga gitu. Mungkin kita rendahnya pas kecil kalau pas gede harus bahagia gitu. Jadi aku tuh pengin kasih tahu ke orang orang yang lain gitu," pungkas Haruka Nakagawa.

(pri/bin)

Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.