Prank Haruka Eks JKT48 Berujung Petisi, Melaney Ricardo Petik Pelajaran Ini

Altov Johar Sabtu, 25 Mei 2019 19:00:23
Melaney Ricardo memetik pelajaran dari aksi prank terhadap Haruka eks JKT48, di program Pesbukers ANTV. (Altov/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Melaney Ricardo memetik pelajaran dari aksi prank terhadap Haruka eks JKT48, di program Pesbukers ANTV. Paling tidak, dia harus tahu bagaimana konsisi target yang akan di-prank.

Seperti diketahui, prank terhadap Haruka eks JKT48 memicu reaksi netizen. Bahkan sempat muncul petisi agar program tersebut dihentikan.

"Mungkin lain kali kita harus tau keadaan orang yang akan di-prank. Karena kondisi tiap orang yang diprank berbeda-beda. Menurut gue yang di-prank juga enggak terlalu gimana-gimana," ujar Melaney Ricardo di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (24/5).

Haruka Nakagawa (Seno/tabloidbintang.com)
Haruka Nakagawa (Seno/tabloidbintang.com)

Melaney pun tidak mengetahui kondisi Haruka ketika di-prank. Karenanya Melaney sempat meminta maaf kepada Haruka setelah mengetahui mantan personel eks JKT48 itu baru ditinggal kakaknya yang meninggal dunia.

"Gue enggak tau budaya Jepang dengan budaya Indonesia mungkin berbeda. Pas itu kondisi Haruka lagi terluka jadinya air mata dia ngucur sampai sebegitunya," urainya.

Melaney memastikan prank yang dilakukan adalah rekayasa. Namun karena yang melakukan para pemain Pesbukers, situasi itu jadi terlihat alami.

"Ya all out lah namanya kita sedang bekerja, cuma ya kita enggak tahu. Gue juga kaget pas Haruka nangis kejer banget. Sampai kamera sudah mati, dia masih aja nangis. Aku samperin dia, aku bilang ‘boleh enggak aku ingin minta permintaan maaf sama Haruka sekalian nge-vlog, sudah gitu aja," pungkas Melaney Ricardo.

(tov/bin)

Penulis Altov Johar
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.