Ahmad Dhani Divonis Satu Tahun Penjara, Begini Reaksi Mulan Jameela

Christiya Dika Handayani Rabu, 12 Juni 2019 15:00:23
Seiring vonis yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, pada Ahmad Dhani, Mulan Jameela membagikan kalimat yang seolah mengisyaratkan kesedihannya. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Seiring vonis yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, pada Ahmad Dhani, Mulan Jameela membagikan kalimat yang seolah mengisyaratkan kesedihannya.

Dalam postingan di Instagram Stories-nya, Mulan Jameela memperlihatkan sebuah kalimat dengan memakai berlatar belakang hitam.

"Innama asyku batsi wa huzni ilallah. Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku," begitu isi tulisan yang diunggah Mulan Jameela, beberapa jam setelah sidang kasus suaminya.

Postingan Mulan Jameela. (Instagram)
Postingan Mulan Jameela. (Instagram)

Seperti diketahui, Ahmad Dhani sebelumnya dituntut 1,5 tahun penjara atas kasus ujaran kebencian yang menjeratnya. Namun dalam sidang yang digelar Selasa (11/6), Ahmad Dhani dijatuhi vonis satu tahun penjara oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya.

Ketua Majelis Hakim R. Anton Widyopriyono dalam amar putusannya menyatakan Ahmad Dhani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang ITE.

Ahmad Dhani (Supriyanto/tabloidbintang.com)
Ahmad Dhani (Supriyanto/tabloidbintang.com)

Tak seperti biasanya, Mulan Jameela pun tak mendampingi Ahmad Dhani dalam sidang vonisnya. Tampak dari unggahan yang dibagikan di Instagram Stories-nya, Mulan Jameela tengah menikmati waktunya bersama sahabat-sahabatnya.

(dika/bin)

Penulis Christiya Dika Handayani
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.