Kembali ke Pelukan Istri, Yama Carlos Tidak Mau Menuruti Kemauan Orang Lain

Abdul Rahman Syaukani Senin, 17 Juni 2019 22:45:17
Yama Carlos dan istri,  Arfita Dwi Putri (Seno Susanto / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Yama Carlos merasa ada pihak-pihak tertentu yang ingin dirinya dan istri,  Arfita Dwi Putri, berpisah.

Setelah sempat merenggang, Yama Carlos dan  Arfita Dwi Putri akhirnya melanjutkan rumah tangga yang mereka mulai sejak 2016 silam.

Yama Carlos memutuskan untuk kembali ke pelukan sang istri karena tidak mau mengikuti keinginan orang yang menginginkan keduanya berpisah.

"Saya tidak ingin jadi orang yang (rumah tangganya) dimau orang-orang. Mungkin awalnya karena sesuatu yang membuat terjadi kekacauan sedikit, tapi ya sudah lah itu prosesnya," terang Yama Carlos saat ditemui di bilangan Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (17/6).

Yama Carlos dan istri, Arfita Dwi Putri (Instagram)
Yama Carlos dan istri, Arfita Dwi Putri (Instagram)

"Orang-orang yang enggak suka sama saya mungkin maunya saya sama Vita pisah, tapi saya enggak mau menuruti kemauan mereka. Saya tabrak itu," imbuhnya.

Yama Carlos memutuskan untuk balik ke pelukan Arfita Dwi Putri setelah berkonsultasi dengan pemuka agama. Dia menyarankan agar Yama Carlos baikan dengan Arfita Dwi Putri.

"Sebelum ambil keputusan, saya ke pendeta, saya konsultasi, ngobrol banyak. Pendeta bilang dunia mau kamu pisah, tapi jangan ikutin maunya dunia, ikutin maunya Tuhan," kata Yama Carlos menirukan perkataan sang pendeta.

Hubungan Yama Carlos dengan sang istri sempat merenggang karena ada dugaan Vita selingkuh dengan seorang pengacara beristri. Yama Carlos kala itu mengaku mendapat teguran dari istri sah si pengacara.

(man / gur)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.