Masuk Islam, Deddy Corbuzier Lebih Tenang Jawab Komentar Negatif Haters

Christiya Dika Handayani Senin, 24 Juni 2019 17:30:37
Deddy Corbuzier (Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Deddy Corbuzier masih menjadi perhatian usai memutuskan menjadi seorang mualaf. Kali ini, Deddy menjadi sorotan karena sikapnya dalam menghadapi komentar negatif dari haters.

 

Hal ini terlihat dari unggahan yang dibagikan akun gosip @igtainmentt. Di postingannya akun tersebut mengunggah tangkapan layar komentar yang dituliskan Deddy Corbuzier untuk netizen yang menyinyirinya.

"G****k badan doang gede iman kecil dasar botak goblok,'' tulis netizen tersebut.

Deddy Corbuzier membalas komentar
Deddy Corbuzier membalas komentar

Alih-alih emosi seperti biasanya, mantan suami Kalina Oktarani itu justru menanggapi komentar negatif netizen tersebut dengan nada yang cukup adem. Bahkan, Deddy Corbuzier menuliskan kalimat Hamdalah.

"Iya, gak masalah, Alhamdulillah," jawab Deddy Corbuzier.

Sontak saja jawaban Deddy Corbuzier ini menuai pujian dari netizen. Banyak dari mereka lantas mendoakan agar Deddy dapat istiqomah.

"Iyaa sebelum ini kalo bales ada guguk nya sekarang udah enggak," komentar netizen. "Kok hati gue 'nyes' gitu ya baca balesan om ded. Alhmdulillah istiqomah ya om," sambung netizen.

"Semoga tetep istiqomah ya om. Tetap sabar dan tebarkan kebaikan, tunjukakan bahwa islam itu indah dan cinta damai," sahut netizen. "MasyaAllah banget liatnya.. salut lho dia berani nunjukin apa pilihan dia, ga takut di benci dan di maki.. karena memang itu pilihan hidup dan pilihan hatinya.. kl yg lain biasanya soal agama main rahasia2an," timpal netizen lainnya.

( dika / ray )

Penulis Christiya Dika Handayani
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.