Gagal di Pemilu 2019, Lucky Hakim Banting Setir Menjadi YouTubers

Supriyanto Senin, 24 Juni 2019 23:30:29
Lucky Hakim (Ana / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Gagal menjadi anggota DPR RI pada pemilu 2019 kemarin tidak membuat Lucky Hakim kecewa. Mantan istri Tiara Dewi itu malah bersyukur karena bisa memiliki banyak waktu untuk memanjakan diri.

Tak hanya itu, setelah mendengar kepastian soal hasil pemungutan suara, Lucky Hakim langsung memutuskan untuk fokus menjadi YouTubers.

"Alhamdulillah setelah mendapat kepastian tidak terpilih kembali jadi Anggota DPR saya langsung lega. Kalau udah jelas begini kan maka saya jadi punya banyak waktu free, maka saya lanjut bikin youtube channel," ungkap Lucky Hakim kepada wartawan lewat telepon, Senin (24/6).

Lucky Hakim (Ana / tabloidbintang.com)
Lucky Hakim (Ana / tabloidbintang.com)

Lucky mengaku tak pernah berpikir untuk menjadi YouTubers, hingga akhirny diberi ide oleh sepupunya Imelda Soraya, artis lawas sinetron laga.

"Awalnya nggak serius saat dikasih ide  Imelda Soraya, kenapa nggak jadi Youtuber aja kan banyak binatang untuk jadi konten, trus saya bilang kendalanya di waktu karena berbenturan sama waktu untuk kampanye dam sosialisasi," ucap Lucky Hakim menceritakan.

Setelah mengeluarkan beberapa konten soal hewan peliharaanya, Lucky Hakim tak menyangka begitu besar respon netizen.

"Alhamdulillah apresisi dari netizen bisa diukur dari jumlah subscriber yang meningkat pesat hanya dalam waktu dua minggu bisa mendapat 30 ribu dan yang nonton sampai mendekati angka satu juta, memang dibandingkan youtuber kawakan ini belum seberapa tapi yang saya senang adalah perkembangannya pesat," pungkas Lucky Hakim.

(pri / ray)

Penulis Supriyanto
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.