Kata Istri, Sandy Tumiwa Makin Religius dan Minta Didoakan Sembuh dari Narkoba

Supriyanto Selasa, 25 Juni 2019 13:15:11
Sandy Tumiwa (Sisil Kaban / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Setelah dilimpahkan ke Kejaksaan, Sandy Tumiwa kini dititipkan Rutan Salemba sambil menjalani proses sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena kasus penyalahgunaan narkoba.

Vivie Paris, istri siri Sandy Tumiwa menyebutkan, suami saat ini sehat dan dalam kondisi baik-baik.

"Kemarin ya menjenguk Mas Sandy di Salemba, pas udah di Salemba. Kondisinya alhamdulillah sehat," kata Vivie Paris usai mengisi acara di  Trans TV, Jl.Tendean, Jakarta Selatan, Senin (24/6).

Vivie Paris (Ani / tabloidbintang.com)
Vivie Paris (Ani / tabloidbintang.com)

Dalam soal agama, Vivie menambahkan Sandy kini lebih religius karena waktunya banyak diisi dengan ibadah.

"Karena di dalam ibadah terus, puasa terus. Alhamdulillah ada kemajuan dan mintanya Mas Sandy doakan untuk teman-teman semua agar saya (Sandy) cepat sembuh itu aja sih," beber Vivie Paris.

Vivie menyebutkan, Sandy Tumiwa akan menjalani sidang pada Juli mendatang dan diprediksi akan memakan waktu selama tiga bulan untuk menwtapkan statusnya.

"Sudah P21 tinggal menunggu masa sidang aja di bulan Juli, gitu. Jadi kita nunggu kabar baik dari pihak kejaksaan, kita nanti dapat jadwal sidang, kayaknya sih kurang lebih 3 bulan sidang itu," terang Vivie.

Vivie juga sedang berusaha agar suaminya bisa menjalani rehabilitasi. Vivie mengatakan hal itu berdasar hasil assesment di BNNP DKI Jakarta Pusat.

"Nanti divonis tuh, apakah direhab, tapi sih kita insyaallah keluarga mengusahakan untuk di rehab. Karena kan memang sudah dapet assessment pasal 127 untuk rehab, gitu sih," pungkas Vivie Paris.

( pri / ray )

Penulis Supriyanto
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.