Sejak SMP, Maia Estianty Ungkap Perkenalan dengan Ibu Mertuanya

Christiya Dika Handayani Senin, 1 Juli 2019 17:00:46
Maia Estianty (Seno Susanto / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Maia Estianty untuk pertama kalinya memperkenalkan sosok ibu mertuanya, Djoewati ke publik. Lewat Instagramnya, Maia juga mengungkap tentang perkenalannya dengan sang ibu mertua yang ternyata terjadi sejak ia masih duduk di bangku sekolah.

Dalam unggahannya yang dibagikan, Minggu (30/6), Maia Estianty memajang foto suaminya, Irwan Mussry bersama sang ibu. Dalam foto tersebut, Irwan mengenakan setelan jas dengan wajahnya masih terlihat lebih muda.

"Beliau adalah Mama mertuaku.. Aku kenal beliau dari jaman SMP di Surabaya, dulu diajak oleh kakakku dan adik suamiku ke rumah beliau, main piano, liat koleksi musik DJ (aku terinspirasi menjadi DJ karena jaman kecil suka lihat adik suami nge DJ dan jago main piano, jenius malahan)," tulis Maia Estianty di keterangan fotonya.

Ibunda Irwan Mussry
Ibunda Irwan Mussry

Maia pun tak menyangka Djoewati akan menjadi ibu mertuanya saat ini. Ibu dari Al, El dan Dul ini membayangkan reaksi Djoewati yang akan tersenyum luxu melihatnya dan Irwan kini telah menikah.

Namun sayangnya hal tersebut tak bisa terjadi. Tepat 30 Juni 2019 merupakan peringatan 5 tahun meninggalnya sang ibu mertua.

"Dan aku nggak tau kalau beliau bakal jadi Mama mertuaku sekarang. Hari ini adalah 5 tahun wafatnya ibu mertua.. Mungkin kalau beliau masih hidup, bakal tersenyum lucu melihat anak kecil yang dulu suka mampir ke rumah beliau, menjadi menantunya sekarang. Buat Mama, Tsumma ila Ruhi - Djoewati binti Ngabdoel Nitidisastro, AlFatihah," tandas Maia Estianty.

( dika / ray )


Penulis Christiya Dika Handayani
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.