Ditagih Rp 1 Miliar oleh Tessa Mariska, Ini Jawaban Krisna Mukti

Ari Kurniawan Senin, 1 Juli 2019 12:00:23
Krisna Mukti membatah penyataan Tessa Mariska. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Pedangdut Tessa Mariska menagih uang Rp1 miliar kepada Krisna Mukti. Saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Sabtu (29/6) lalu, Tessa mengatakan uang tersebut merupakan hasil arisan yang sudah diterima Krisna.

"Saya meminta kewajibannya untuk membayar arisan yang dia sudah terima duit sebesar 1 miliar. Dia sudah nunggak 4 bulan," kata Tessa Mariska.

Saat dikonfirmasi, Krisna Mukti membatah penyataan Tessa Mariska. Mantan anggota DPR itu bersikukuh sudah membayar arisan dan tidak pernah menunggak.

Pedangdut Tessa Mariska menagih uang Rp1 miliar kepada Krisna Mukti. (Ari/tabloidbintang.com)
Pedangdut Tessa Mariska menagih uang Rp1 miliar kepada Krisna Mukti. (Ari/tabloidbintang.com)

"Sebelum memberikan statement atau men-judge seseorang, coba dicek dulu nomor rekeningnya dari Krisna Mukti. Mungkin kebanyakan nih duit masuk ke situ jadi nama Krisna ketutup. Kalau misalnya enggak ada kita buktikan ke bank," ungkap Krisna Mukti.

Krisna Mukti juga membantah adanya denda yang harus dia bayar. Krisna menyesalkan Tessa Mariska lebih dulu berbicara kepada media sebelum meminta menjelasan darinya.

Meski merasa nama baiknya tercoreng, Krisna Mukti tetap ingin menjaga hubungan baik dengan Tessa Mariska. Ia pun berniat untuk menghubungi Tessa secara pribadi.

"Saya paham sama Tessa, Tessa udah saya kenal di zaman dangdutan dulu tuh, 20 tahun lalu. Udah paham karakternya begitu, meledak-ledak, enggak bisa kalem. Ya enggak apa-apa, namanya teman," tandas Krisna Mukti.

(ari/bin)


Penulis Ari Kurniawan
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.