Barbie Kumalasari Bilang, Video Ikan Asin Fairuz Dibuat Spontan

Abdul Rahman Syaukani Rabu, 10 Juli 2019 18:00:17
Barbie Kumalasari (Seno Susanto / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Barbie Kumalasari menjelaskan proses pembuatan video ikan asin Fairuz A. Rafiq. Kebetulan dia berada di lokasi ketika video tersebut dibuat oleh Galih Ginanjar dan Rey Utami.

Barbie Kumalasari menegaskan tidak ada perencanaan apapun terkait pembuatan video tersebut.

"Awalnya diundang kan untuk silaturahmi ya, spontan saja (bikin videonya). Kita datang siang, awalnya mau membicarakan bisnis. Enggak ada yang datang gitu untuk tujuan bikin vlog, enggak ada," kata Barbie Kumalasari di Polda Metro Jaya, Rabu (10/7).

Karena proses pembuatan video ikan asin Fairuz A. Rafiq tidak direncanakan, maka tidak ada persiapan apapun terkait proses kreatif penggarapan video itu. Pertanyaan dan jawaban antara Galih Ginanjar- Rey Utami sebagaimana ada di video yang menyinggung soal organ intim dan ikan asin, katanya, mengalir begitu saja.

"Tema wawancara semuanya spontan ya, enggak ada di skrip atau segala macam," tutur Barbie Kumalasari.

Galih Ginanjar dan Barbie Kumalasari (Seno Susanto / tabloidbintang.com)
Galih Ginanjar dan Barbie Kumalasari (Seno Susanto / tabloidbintang.com)

Setelah Galih Ginanjar, kini giliran Rey Utami, Pablo Benua dan Barbie Kumalasari diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya terkait kasus pencemaran nama baik melalui media elektronik atas laporan Fairuz A. Rafiq.

Sampai malam ini, pemeriksaan terhadap Barbie Kumalasari, Rey Utami, dan Pablo Benua belum juga selesai. Ketiganya masih istirahat untuk shalat dan makan malam, sebelum proses pemeriksaan dilanjutkan sekitar pukul 19.00 WIB.

(man / gur)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.