Barang Bukti Tak Ditemukan di Rumah Pablo Benua - Rey Utami, Ini Kata Farhat Abbas

Abdul Rahman Syaukani Jumat, 12 Juli 2019 12:30:32
Farhat Abbas bersama Rey Utami dan Pablo Putera Benua (Seno / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Pada saat dilakukan penggeledahan di rumah Pablo Putera Benua - Rey Utami di bilangan Sentul, Jawa Barat, Kamis (11/7) pagi, polisi tidak menemukan barang bukti berupa perlengkapan alat syuting. Padahal proses pembuatan video ikan asin Galih Ginanjar dan Rey Utami kabarnya melakukan produksi di sana.

Farhat Abbas tidak sependapat jika kliennya dianggap menghilangkan barang bukti.

"Kan proses penyidikan sudah ada. Masalah ada atau tidak ada saya enggak tahu, kecuali kalau misalnya sudah ditemukan kemudian dihilangkan," ucap Farhat Abbas di Polda Metro Jaya, Kamis.

Tidak adanya perlengkapan syuting di rumah Rey Utami dan Pablo Benua, lanjut Farhat Abbas, tidak lantas dikatakan menghilangkan barang bukti. Mantan suami Nia Daniaty itu mengatakan ada beberapa kemungkinan di balik raibnya perlengkapan syuting seperti kamera dan yang lainnya.

"Kalau misalnya Orang sudah ngomong minta maaf, misalkan barangnya hilang dibawa orang atau anak buahnya kan enggak ngerti. Yang jelas klien kami enggak ada upaya seperti yang dituduhkan untuk menghilangkan barang bukti. Bukti apa? Buktinya itu ya yang di video itu, kata-kata kemudian bukti-bukti yang diterima dan disebarkan," tutur Farhat Abbas.

Rey Utami dan Pablo Benua yang merupakan klien Farhat Abbas kini telah berstatus sebagai tersangka terkait dugaan kasus pencemaran nama baik melalui media elektronik. Keduanya terseret dalam permasalahan ini karena menyebarkan video berbau asusila melalui Youtube.

(man / ray)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.