Tessa Mariska - Barbie Kumalasari - Tata Liem Kompak Salahkan Rey Utami - Pablo Benua

Abdul Rahman Syaukani Kamis, 18 Juli 2019 10:45:23
Barbie Kumalasari salahkan Pablo Benua dan Rey Utami. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Kasus video ikan asin wawancara Rey Utami dengan Galih Ginanjar berujung masalah serius di ranah hukum. Proses hukumnya kini masih terus bergulir di Polda Metro Jaya dengan memeriksa sejumlah saksi yang diduga mengetahui video ikan asin tersebut.

Selain Barbie Kumalasari yang diperiksa Rabu (17/7) kemarin, Tata Liem, Tessa Mariska dan pengacara Indra Tarigan juga ikut diminta keterangan oleh penyidik di hari yang sama. Para saksi ini kompak menyalahkan Rey Utami dan Pablo Benua dalam kasus video ikan asin yang sempat hebohkan publik sejak beberapa waktu belakangan.

Rey Utami dan Pablo Benua. (Seno/tabloidbintang.com)
Rey Utami dan Pablo Benua. (Seno/tabloidbintang.com)

"Pada saat tahu aku memang keberatan. Karena tidak ada konfirmasi ya," ujar Barbie Kumalasari saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (17/7).

"Tiba-tiba vlog itu tayang. Pas kita buka pada malam itu, Tessa, Bang Indra, Tata (Liem) memang keberatan," katanya lebih lanjut.

Indra Tarigan dalam kesempatan itu mengatakan dirinya marah besar begitu mengetahui video ikan asin tayang di akun YouTube Rey Utami dan Pablo Benua. Indra langsung meminta Barbie Kumalasari menurunkannya.

Fairuz A Rafiq (Seno/tabloidbintang.com)
Fairuz A Rafiq (Seno/tabloidbintang.com)

Namun sayangnya permintaan untuk menurunkan video tidak digubris sama sekali oleh Rey Utami dan Pablo Benua. Keduanya malah menantang siap bertanggung jawab atas video ikan asin yang dianggap mencemarkan nama baik Fairuz A Rafiq.

"Dia bilang, yang bisa penjarain gue cuma satu, malaikat. Kumalasari marah besar sama Pablo, sama si Rey," kata Indra Tarigan.

(man/bin)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.