Kasus Salmafina Sunan, Sunan Kalijaga Meminta Program TV Ini Ditutup

Abdul Rahman Syaukani Jumat, 19 Juli 2019 19:30:23
Hari ini, Jumat (19/7), Sunan Kalijaga resmi mengadukan program televisi Rumpi ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Kasus Salmafina Sunan yang sempat dikabarkan pindah agama hingga kabur dari rumah berbuntut panjang. Hari ini, Jumat (19/7), Sunan Kalijaga resmi mengadukan program televisi Rumpi ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat.

Sunan Kalijaga melaporkan program TV tersebut karena telah mewawancarai Salmafina Sunan dan menayangkannya terkait isu sensitif berbau SARA. Agustinus Nahak selaku pengacara Sunan Kalijaga mengatakan bahwa program TV tersebut telah membuat kegaduhan di masyarakat.

Salmafina Sunan saat tampil di program Rumpi Trans TV. (YouTube)
Salmafina Sunan saat tampil di program Rumpi Trans TV. (YouTube)

"Kami juga menyampaikan beberapa hal konten program Rumpi yang pertama sangat tidak bermanfaat, justru berpotensi menimbulkan kegaduhan, dan itu sudah terjadi. Karena ada isu SARA di dalam situ. Ini sangat sensitif yang seharusnya tidak ditayangkan,"kata Agustinus Nahak di Kantor KPI Pusat, Jumat (19/7).

"Di situ juga ditanyakan bagaimana bunuh diri, poligami, followers Salma itu ribuan bagaimna dengan kondisi Salma dan followers-nya," tuturnya lebih lanjut.

Salmafina Sunan (Instagram)
Salmafina Sunan (Instagram)

Pihak Sunan Kalijaga meminta agar KPI memproses tegas permasalahan ini. Bahkan dia meminta agar program televisi tersebut diberhentikan penayangannya.

"Kami minta program ini ditutup. Apa yang ditayangkan media atau program harusnya mendidik, memberikan edukasi. Ini tidak ada manfaatnya sama sekali. Bagaimana menyampaikkan seseorang cara bunuh diri. Bagaimana nasib si narasumber," tuturnya.

(man/bin)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.