Kesurupan Massal di Geprek Bensu Disebut Bikinan Temannya, Ini Kata Ruben Onsu

Supriyanto Selasa, 30 Juli 2019 05:00:23
Belum lama ini sejumlah karyawan Geprek Bensu milik Ruben Onsu di wilayah Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, mengalami kesurupan massal. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Belum lama ini sejumlah karyawan Geprek Bensu milik Ruben Onsu di wilayah Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, mengalami kesurupan massal. Kabar tersebut diketahui dari beredarnya video yang viral di media sosial Instagram.

Di tengah heboh kabar kesurupan massal, muncul seorang paranormal menyebut kejadian itu sengaja direkayasa oleh salah seorang artis yang dekat dengan Ruben Onsu. Alasannya, si teman iri dan kalah bersaing dengan Ruben Onsu.

Namun, Ruben Onsu menanggapi dengan santai. Ayah dua anak itu mengaku tidak mau ambil pusing komentar orang dan tetap berpikir positif tentang semua kejadian yang dialami.

Ruben Onsu (Seno/tabloidbintang.com)
Ruben Onsu (Seno/tabloidbintang.com)

"Enggak, biarin aja, saya masih ada urusan yang harus saya pikirin. Positive thinking aja capek mikirin kayak gitu," ungkap Ruben Onsu usai mengisi acara di Trans TV, Jl. Tendean, Jakarta Selatan, Senin (29/7).

Ruben Onsu pun mengaku kaget sampai ada yang mengatakan bahwa kesurupan massal yang terjadi pada karyawannya adalah perbuatan temannya.

"Gue juga kaget ada yang komentar seperti itu, jadi biarin aja," terang Ruben Obsu.

Ruben Onsu juga tidak mau mempercayai omongan paranormal. Baginya, selama itu bukan keluar dari dirinya masyarakat tak perlu mempercayainya.

"Ya enggak apa-apa, semua orang boleh kasih statement yang penting saya enggak memberikan statement spesifikasi apa pun, ya saya jalani secara ikhlas aja," pungkas Ruben Onsu.

(pri/bin)

Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.