Krisna Mukti Minta Baim Wong Selesaikan Kasusnya Secara Gentle

Abdul Rahman Syaukani Jumat, 9 Agustus 2019 04:00:23
Perseteruan Baim Wong dengan Astrid dari manajemen artis QQ Production masih terus bergulir di ranah hukum hingga sekarang. (Markuat/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Perseteruan Baim Wong dengan Astrid dari manajemen artis QQ Production masih terus bergulir di ranah hukum hingga sekarang. Krisna Mukti yang sempat membawa Baim Wong kepada Astrid untuk dikenalkan ke partai, berharap agar suami Paula Verhoeven menghadapi kasusnya dengan Astrid secara gentle.

"Ditanggapi aja dengan gentle. Karena walau bagaimana pun, walaupun Baim enggak jadi caleg, tapi dia jadi kader yang ikut membintangi promosi untuk partai," ucap Krisna Mukti saat ditemui di bilangan Kalibatan City, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Krisna Mukti (Seno/tabloidbintang.com)
Krisna Mukti (Seno/tabloidbintang.com)

Krisna Mukti menduga Baim Wong mendapatkan bayaran dari partai dengan terlibat dalam sejumlah kegiatan promosi. Namun berapa soal nominalnya, Krisna Mukti mengaku tidak tahu.

"Kalau dia sudah membintangi suatu promosi ya sudah pasti ada nominal lah. Mana ada sih hari ini ada makan siang gratis. Saya berasumsi, tapi tidak men-judge. Nominalnya berapa saya tidak tahu," ucap Krisna Mukti lebih lanjut.

Astrid (Herri/tabloidbintang.com)
Astrid (Herri/tabloidbintang.com)

Bintang sinetron Aku Ingin Pulang ini berharap kasus dugaan wanprestasi Baim Wong dpat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa melalui proses hukum di pengadilan. Krisna Mukti berharap Baim Wong dan Astrid segera bertemu untuk mencarikan solusi terbaik yang menguntungkan kedua belah pihak.

(man)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.