Wishnutama Hengkang dari Net TV?

Abdul Rahman Syaukani Jumat, 9 Agustus 2019 17:30:01
Wishnutama (Markuat / dok. tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Setelah sekitar 5 tahun penayangan, Net TV dikabarkan sedang mengalami kesulitan keuangan hingga membuat keputusan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK massal kepada para karyawannya.

Kabar PHK massal Net TV ini sempat menjadi trending topic di Twitter dan mendapat tanggapan dari puluhan ribu para pengguna Twitter.

Tidak hanya soal kabar PHK massal, Wishnutama juga dikabarkan telah keluar dari Net TV sejak beberapa bulan lalu. Kabar ini tentu sangat mengejutkan mengingat Wishnutama adalah CEO sekaligus dikenal sebagai motor penggerak utama Net TV selama ini.

Ditanya soal kabar hengkangnya Wishnutama dari Net TV, Vibrianto selaku Humas Net TV mengaku belum mengetahui kabar tersebut. Dia pun menolak membantah atau membenarkan kabar yang beredar.

"Waduh saya belum tahu kalau masalah itu Mas. Maaf belum bisa memberikan info apapun," aku Boya, sapaan akrabnya, saat berbincang dengan Tabloidbintang.com, Jumat (9/8).

Wishnutama sejak beberapa bulan belakangan memang lebih sering berada di lingkaran pemerintahan. Hal itu dimulai dari keterlibatannya dalam gelaran Asian Games 2018 lalu. 

Kedekatan Wishnutama dengan pihak istana sepertinya terjalin dengan baik. Bahkan Wishnutama juga disebut-sebut menjadi pengarah Jokowi- KH. Ma'ruf Amin dalam acara debat capres di sejumlah televisi beberapa waktu lalu.

kedekatan Wishnutama dengan para petinggi republik sepertinya terus berjalan setelah Pilpres usai. Hal itu terlihat dalam sejumlah postingan Wishnutama di akun media sosialnya.

(man / gur)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.